Pilgub Jatim Dikondisikan Hanya Dua Paslon

Pilgub Jatim Dikondisikan Hanya Dua Paslon

"Sesungguhnya kalau lebih dari 3 calon, gak ada yang diuntungkan dan tetap saling mengerus suara sesuai keunggulan masing masing kandidat dan akan semakin kompetitif," bebernya.

Tiga pasangan calon yang muncul di , tambah Surokim juga bisa mendorong kualitas demokrasi elektoral dan pendidikan demokrasi publik semakin baik. Di samping untuk alternatif agar demokrasi elektoral lokal lebih hidup dan bervariasi.

"Ini sekaligus sebagai indikator bahwa regenerasi dan stok kepemimpinan lokal Jatim berjalan karena muncul banyak nama yang bisa dipilih publik," imbuhnya

Surokim juga khawatir jika tidak ada poros baru, tidak bergairah dan stagnan, kontestan sama seperti periode sebelumnya dan akan bikin pemilu tidak menarik. Akibatnya partisipasi publik bisa menurun karena animo masyarakat ke TPS rendah sehingga akan mengurangi legitimasi pemilukada itu sendiri dan sejatinya itu kerugian bagi demokrasi lokal.

"Munculnya tiga pasangan dan sekaligus poros alternatif akan menggairahkan demokrasi electoral, bisa menumbuhkan harapan harapan baru dan akan punya multiplier effects yang positif untuk keswadaayan politik publik lokal. Intinya semakin banyak calon akan membawa dampak positif dari pada calon terbatas itu-itu saja," imbuhnya.

Di tempat terpisah, Dirut Surabaya Survey Center, Mochtar W Oetomo mengakui munculnya nama Emil Dardak di berbagai media akhir-akhir ini mampu menjadi magnet dalam peta politik 2018. Apalagi ketika nama Bupati Trenggalek masuk kandidat kuat cawagub Khofifah Indar Parawansa dan Cagub poros tengah yaitu Gerindra, PAN, dan PKS, sehingga wajar kalau setiap gerakan Emil kini mendapat perhatian bahkan reaksi.

"Termasuk reaksi cepat KIP untuk bertemu Zulkifli Hasan, setelah sebelumnya Ketum DPP PAN bertemu Emil.‎ Terlepas apakah Emil akan dipilih jadi Cawagub KIP atau tidak, tentu KIP berpandangan jika poros tengah sampai jadi terbentuk apalagi jadi ngusung Emil tentu akan membawa konsekuensi politik yang tidak sederhana," ungkap Mochtar.

Diantara konsekwensi yang bisa terjadi, kata Mochtar adalah pertama, dengan ada tiga cagub dan tiga poros maka energi yang akan dikeluarkan KIP tentu akan jauh lebih besar. Kedua, perlu kalkulasi matang lagi dan skema baru lagi kehadiran poros tengah ini akan menguntungkan atau merugikan KIP. Ketiga, sedikit banyak kalau sampai hadir poros ketiga ada irisan suara KIP pasti akan tergerus.

"Makanya dalam konteks yang demikian, mengurangi jumlah musuh adalah pilihan yang paling strategis. Karena sejak awal sepertinya energi dan skema pemenangan KIP memang hanya dipersiapkan untuk head to head dengan Gus Ipul," pungkasnya. (mdr/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO