Kamis, 21 Juni 2018 18:46

Mendikbud Tetapkan Budaya Entas-Entas Tengger Jadi Warisan Budaya

Minggu, 29 Oktober 2017 22:03 WIB
Wartawan: Andi Sirajudin
Mendikbud Tetapkan Budaya Entas-Entas Tengger Jadi Warisan Budaya
Sertifikat penghargaan langsung diserahkan ke Wabup Timbul oleh Gubenur Soekarwo.

PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Tengger yang berada di Kabupaten Probolinggo patut berbangga diri. Sebab Budaya Entas-Entas Tengger dan Mecak Tengger sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Penetapan tersebut tertuang dalam sertifikat yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy. Sertifikat tersebut diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo kepada Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko menjelang upacara peringatan Sumpah Pemuda di Grahadi Surabaya.

Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengaku sangat bersyukur karena salah satu budaya asli masyarakat Tengger sudah diakui sebagai warisan budaya Indonesia.

“Hal ini menandakan betapa luhurnya nilai budaya yang diwariskan oleh leluhur kita. Sehingga kita patut menjaga dan melestarikan budaya bangsa ini,” katanya.

Tokoh Masyarakat Tengger, Supoyo mengatakan Entas-Entas Tengger merupakan salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat Tengger dalam acara kematian. Ada urutan tertantu dalam acara entasentas tengger tersebut yakni, ngresik, mepek, mbeduduk, lukatan dan bawahan.

Sementara, Mecak Tengger jelas anggota DPRD Kabupaten Probolinggo ini, merupakan istilah yang digunakan untuk menghitung atau mencari tanggal yang tepat untuk melaksanakan upacara-upacara besar. Semisal Karo, Kasada maupun Upacara Unan-unan.

Perhitungan itu berdasarkan sistem kalender Suku Tengger yang dinamakan Tahun Saka atau Saka Warsa. Jumlah usia kalender suku Tengger berjumlah 30 hari, tetapi ada perbedaan penyebutan usia hari. Yaitu antara tanggal 1 sampai dengan 15 disebut hari, sementara tanggal 15 sampai 30 disebut Panglong.

“Setiap Dukun Sepuh telah mempunyai persiapan atau catatan tanggal hasil Mecak untuk tiap-tiap upacara yang akan dilaksanakan sampai lima tahun ke depan,” pungkasnya. (ndi/rev)

Rabu, 20 Juni 2018 03:21 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*UNGKAP syukur terekspresikan penuh hikmat kebijaksanaan dalam merayakan Hari Kemenangan, Idul Fitri, 1 Syawal 1439 H. Alhamdulillah saya diberi kemampuan oleh-Nya untuk melintas, menjelajah, menempuh kembali jalan-jalan kampung d...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Kamis, 21 Juni 2018 01:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 20 Juni 2018 22:03 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Jumiang yang terletak di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, mulai diserbu pengunjung pada liburan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Rabu (20/6).Bahkan ratusan pengunjung terliha...