Kamis, 21 Juni 2018 19:00

Dispora Jatim Gelar Pesona Budaya dan Pariwisata Bawean 2017

Jumat, 27 Oktober 2017 22:03 WIB
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Dispora Jatim Gelar Pesona Budaya dan Pariwisata Bawean 2017
Wabup Moh. Qosim ketika mengenakan pakaian adat Bawean.

GRESIK, BANGSONLINE.com - Dispora Jawa Timur mengadakan pagelaran pesona dan pariwisata pulau Bawean tahun 2017, Kamis (26/10/2017) kemarin. Perhelatan ini merupakan kali pertama diselenggarakan di Kepulauan Bawean.

Kegiatan itu dibuka oleh Wakil Bupati Moh. Qosim di Alun-alun Sangkapura. Nampak antusias masyarakat Bawean yang sangat besar terlihat pada saat pembukaan acara tersebut.

Dalam sambutannya, wabup mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dia menyatakan, kegiatan pagelaran pesona dan pariwisata tidak akan berjalan sukses dan meriah tanpa adanya dukungan dan partisipasi semua pihak.

“Kami ucapkan terima kasih karena Bawean dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan Gelar Pesona Budaya dan Parisiwata tahun 2017. Terlebih atas dukungan semua pihak dan partisipasi masyarakat yang hadir dan turut mensukseskan pagelaran yang akan berlangsung dua hari ini,” ujarnya.

Menurut Wabup, Kabupaten Gresik, khususnya di Bawean, mempunyai kesenian, budaya, dan tradisi yang unik. Salah satu contoh adalah tarian Zavin Mandailing yang ditampilkan pada perhelatan pesona dan pariwisata. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah pada era penyebaran agama Islam.

Wabup berharap agar kepada masyarakat Bawean agar tetap menjaga kesenian, budaya, dan tradisi yang dimiliki agar tidak tergerus zaman.

Sementara dalam pembukaan Gelar Pesona Budaya dan Wisata Bawean 2017 juga ditampilkan atraksi kesenian lokal Bawean lainnya seperti pencak silat dan seni dekker yang berasal dari kata Dzikir dengan diiringi rebana berukuran besar.

Sementara Kepala UPT Taman Budaya Jatim Sukatno mengatakan bahwa kegiatan Gelar Pesona Budaya dan Pariwisata Bawean bertujuan untuk mendorong peningatan kesenian di kepulauan Bawean supaya lebih dikenal di masyarakat Jawa Timur, bahkan Internasional.

“Bawean kaya dengan kesenian dan budaya, terlebih ditunjang dengan destinasi wisata yang sangat eksotis. Sehingga kami yakin, Bawean nantinya akan mampu dikenal oleh masyarakat lokal bahkan mancanegara,” katanya.

Dia mendorong kepada pemerintah Kabupaten Gresik untuk selalu meningkatkan kapasitas guna menunjang keberadaan kesenian dan sektor pariwisata di Bawean agar dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. (hud/rev)

Rabu, 20 Juni 2018 03:21 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*UNGKAP syukur terekspresikan penuh hikmat kebijaksanaan dalam merayakan Hari Kemenangan, Idul Fitri, 1 Syawal 1439 H. Alhamdulillah saya diberi kemampuan oleh-Nya untuk melintas, menjelajah, menempuh kembali jalan-jalan kampung d...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Kamis, 21 Juni 2018 01:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 20 Juni 2018 22:03 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Jumiang yang terletak di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, mulai diserbu pengunjung pada liburan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Rabu (20/6).Bahkan ratusan pengunjung terliha...