Selasa, 21 Agustus 2018 17:17

To' Oto', Arisan Tradisional Madura yang Hasilkan Puluhan Juta Rupiah hanya dengan Semalam

Kamis, 12 Oktober 2017 12:13 WIB
Editor: choirul
Wartawan: Tari
To
Tradisi To' Oto'. foto: istimewa

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - To' Oto' adalah tradisi arisan di Suku Madura. Dalam tradisi ini para tamu undangan akan duduk lesehan dan mendengarkan musik serta diberi cemilan kacang sangrai.

To' Oto' sudah menjadi kebiasaan jika sebuah komunitas berkumpul lebih dari 100 orang. To’ Oto’ berasal dari bahasa tok-kotok yang artinya bisik-bisik untuk berkumpul semacam arisan, yang jumlah uangnya tergantung pada anggota.

Dalam perkumpulan ini, para hadirin menaruh uang dengan jumlah tertentu yang dicatat sebagai hutang piutang oleh si penaruh tadi dan dicatat juga oleh si penerima uang tersebut.

Dalam hal pengembalian, kadang-kadang dikembalikan sejumlah si penaruh tadi. Namun terkadang dilebihi sebagai piutang untuk dapat ditarik lagi kelak dalam gilirannya. Namun rata-rata pengembalian berjumlah dua kali lipatnya, hal ini dimaksudkan sebagai bentuk gotong-royong yang bisa membantu si penerima untuk buka usaha baru, membangun rumah atau menambah modal berdagangnya.

Acara To’ Oto’ ini selain berfungsi untuk mempererat silaturahmi sesama kerabat, juga bisa untuk bergotong royong membantu permodalan bagi anggotanya yang masih pemula dan saling memberi informasi bisnis di setiap pertemuannya.

Tradisi To’ Oto’ merupakan kegiatan ajang bergengsi di kalangan Etnis Madura. Peserta  To' Oto' ini biasanya kerabat yang memiliki hubungan darah dengan orang lain, baik dari keturunan bapak maupun ibu. Orang yang mengadakan To’ Oto’ ini biasanya tidak perlu memiliki acara terlebih dahulu. Pada umunya acara To’ Oto’ ini dilaksanakan hanya semalaman saja hingga pukul 23.00 WIB.

Masyarakat yang ingin mengadakan acara To’ Oto’ ini hanya perlu membuka terop, menyediakan tempat duduk berupa lesehan dan menyiapkan camilan berupa kacang sangar dan aqua. Sedangkan di paling depan sendiri akan ada penjaga dengan buku di atas meja. Gunanya, si penjaga buku tersebut sebagai pencatat dari undangan yang akan membayar uang. Pencatat harus mencatat nama tamu, jumlah uang yang diberikan dan alamat tamu tersebut. Buku ini nantinya akan diberikan kepada si pembuat acara To’ Oto’ untuk dihitung dan disimpan.

Tamu yang hadir biasanya rata-rata para orang yang memiliki gengsi besar bahkan ada sebutan orang blater dalam acara To’ Oto’ ini. Blater merupakan sebutan untuk masyarakat Madura yang pada intinya adalah sesepuh masyarakat sekitar. Tidak semua orang bisa disebut blater, hanya orang-orang tertentu yang bisa dijuluki dengan kata blater. Penobatan ini bisa karena kewibawaannya, bisa juga karna keberaniannya.

Rata-rata para tamu yang mengikuti acara To’ Oto’ ini adalah orang blater. Orang yang memiliki kewibawaan tinggi dan rela mengeluarkan uangnya. Dalam semalam, acara To’ Oto’ ini bisa menghasilkan uang Rp 50 - 95 juta.

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...