Poster KAMMI yang mencatut dawuh KH Hasyim Asyari.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Beberapa waktu lalu, muncul poster ajakan mengikuti Daurah Marhalah I dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Ulul Albab UIN Maliki Malang. Fatalnya, poster yang disebar oleh akun instagram @kammium tersebut mencantumkan foto Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari beserta satu dawuh beliau sebagai dalil ajakan.
"Pertahankanlah agama Islam, berusaha sekuat tenaga memerangi orang yang menghina al-Quran, menghina sifat Allah dan tunjukkanlah kebenaran kepada para pengikut kebatilan dan penganut akidah sesat. Ketahuilah, usaha keras memerangi (pemikiran-pemikiran) tersebut adalah wajib," begitu dawuh Mbah Hasyim yang dicantumkan dalam poster KAMMI.
BACA JUGA:
- Tuntaskan Rangkaian Bedah Buku KHM Hasyim Asyari di Bandung, Khofifah: Ikhtiar Bangun Persatuan
- Bedah Buku KH Hasyim Asyari: Pemersatu Umat Islam Indonesia, Khofifah: Dahysat Secara Substansi
- Profil Mochammad Afifuddin yang Ditunjuk Jadi Plt Ketua KPU Gantikan Hasyim Asyari
- HUT ke-64 PMII, Khofifah Ajak Mahasiswa Bangun Kualitas Pergerakan dengan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Poster itu diketahui disebar pertama kali pada Selasa (26/09/2017), dan disebutkan bahwa kegiatan daurah kurang 12 hari lagi. Jika dihitung, daurah itu akan digelar pada 8 Oktober 2017.
Sontak, poster yang menjadi viral itu mengguncang dunia maya. Berbagai komentar muncul dan memicu kontroversi. Belakangan, setelah memicu kontroversi, akun instagram @kammiuin mengeluarkan siaran pers terkait poster tersebut. Siaran pers tertanggal 28 September 2017 itu berusaha mengklarifikasi aksi pencatutan gambar dan dawuh Mbah Hasyim.
Terkait hal itu, KH. Agus M. Zaki Hadzik, salah satu cucu Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, memberikan respons dan peringatan kepada KAMMI. Pria yang akrab disapa Gus Zaki ini merupakan penerus perjuangan KH. M. Ishomuddin Hadzik (kakaknya) dalam mengurus penerbitan kitab-kitab Hadratussyaikh.
Melalui pesan WhatsApp, Gus Zaki mengimbau agar pihak manapun tidak menggunakan dawuh Mbah Hasyim untuk kepentingan permusuhan, apalagi menggunakan kata perang (kata “perang” ditebalkan dalam pesan tersebut). Pasalnya, hal itu dapat menimbulkan perpecahan bangsa Indonesia.
"Jangan menggunakan dawuhnya Kiai Hasyim untuk mengajak 'perang' yang bisa berakhir dengan perpecahan bangsa Indonesia. Karena beliau juga ikut berjuang membangun bangsa Indonesia," pesan Gus Zaki.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




