Harlis mencontohkan, kebakaran Pasar Benpas yang terjadi pekan lalu, bisa menjadi inisiasi mencari perusahaan yang peduli untuk memberikan bantuan dalam bentuk CSR. ”Momen itu bisa dijadikan Forum CSR untuk ambil peran, seperti mendatangi perusahaan untuk minta partisipasi dalam bentuk CSR,” tambahnya.
Terkait musibah kebakaran Pasar Benpas, Harlis menyebut, jika pemerintah daerah sudah mengeluarkan gagasan menyiapkan relokasi di kawasan Kedungsari dengan lahan seluas 4 ribu meter persegi dengan anggaran Rp 500 juta dari pos dana tak tersangka di APBD.
”Forum CSR bisa bersinergi dengan Pemda untuk membantu para pedagang pasar yang menjadi korban kebakaran itu. Bisa dalam bentuk bangunan maupun permodalan,” tambah Harlistyati.
Kalangan DPRD Kota Mojokerto mengapresiasi langkah Bappeko membidani lahirnya forum CSR ini. Meski demikian, lembaga wakil rakyat ini berharap Bappeko terus melakukan pendampingan kegiatan Forum CSR.
”Karena Forum CSR merupakan lembaga baru. Bappeko harus melakukan pendampingan, karena selama ini urusan CSR itu dihandel Bappeko,” lontar Deny Novianto, anggota DPRD Kota Mojokerto asal Demokrat. (yep/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




