Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo tersebut, kemiskinan akan dapat mengantarkan seseorang kepada kekufuran.
“Oleh sebab itu, program strategis aksi nyata kemandirian ekonomi warga dalam upaya meningkatkan perekonomian nahdliyin atau warga NU sangat mendesak untuk segera dilakukan,” jelasnya.
Apa yang disampaikan Kiai Mutawakkil juga diamini Gubernur Jatim, Soekarwo. Baginya, tugas semua kalangan termasuk pemerintah dan stakeholder untuk mewujudkan masyarakat di kawasan ini mandiri dan sejahtera. “Sudah saatnya pemerintah meninggalkan paradigma ekonomi liberal,” ungkapnya.
Secara khusus, Pakde Karwo mendesak pemerintah pusat untuk membantu dan memberikan perhatian kepada usaha kecil dan menengah.
“Jangan biarkan masyarakat bertarung dengan pengusaha besar,” terangnya. Sebab kalau itu yang dilakukan, maka keberadaan pemerintah tidak ubahnya sebagai paguyuban.
Kegiatan yang berlangsung sejak Minggu hingga Senin (24-25/9) tersebut diikuti fungsionaris PWNU Jatim baik lembaga, serta badan otonom, juga utusan dari kepengurusan cabang se-Jatim. (mdr)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




