Sabtu, 18 Januari 2020 18:50

Pemerintah Pusat Targetkan 15 Juta Kunjungan Wisman ke Indonesia

Senin, 18 September 2017 13:12 WIB
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Pemerintah Pusat Targetkan 15 Juta Kunjungan Wisman ke Indonesia
Wisnu Bawa Tarunajaya saat memberikan pemaparan soal kepariwisataan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Sektor pariwisata dinilai sebagai salah satu komponen kekuatan fiskal yang bisa diandalkan sebagai penyumbang devisa negara terbesar. Pernyataan tersebut sebagaimana diungkapkan Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY), anggota Komisi X DPR-RI di sela-sela pelatihan berbasis kompetensi bidang homestay di Pacitan, Senin (18/9).

"Pengembangan kepariwisataan jangan hanya bisa dinikmati diri sendiri. Namun bagaimana potensi-potensi pariwisata yang ada bisa dikenal di seantero dunia. Kita butuh pengembangan spot-spot baru, agar destinasi wisata di Pacitan terus bertambah dan berkembang," tutur anak bungsu dari Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini saat membuka pelatihan.

Menurutnya, sektor pariwisata memang tengah menjadi andalan untuk bisa dijual. ‎Sebab Indonesia tidak akan mungkin bisa bersaing dari sektor lain, seperti manufacturing misalnya. "Sektor tersebut sudah dikuasai China. Kita hanya bisa bersaing dari sektor pariwisata. Tahun ini Presiden Jokowi telah mencanangkan 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia," ujar Wisnu Bawa Tarunajaya, Asisten Deputi Pengembangan SDM Kepariwisataan, Kementerian Pariwisata, secara terpisah.

Ia memaparkan bahwa saat ini sektor pariwisata di Indonesia menduduki peringkat tertinggi di Asia. ‎Meskipun, predikat tersebut masih sedikit diungguli oleh Vietnam. Kendati begitu, Wisnu sangat optimistis dengan target 15 juta kunjungan wisman ke Indonesia akan dapat mendongkrak pendapatan negara.

"Kalau kita asumsikan setiap wisatawan harus keluar 12 ribu USD, tinggal mengalikan 15 juta akan ketemu nominal cukup fantastis," bebernya.

Untuk mewujudkan itu, Wisnu menekankan bagi para pelaku usaha yang bersinggungan erat dengan kepariwisataan, agar mereka bisa memahami tiga hal penting. ‎Yang pertama menguasai produk apa yang akan dijual, kemudian memahami siapa pelanggannya, serta yang ketiga memahami siapa diri mereka sebenarnya.

"Perlu diketahui, menjual pariwisata itu sama halnya dengan menjual citra. Ikon kita harus jelas, dan jangan menipu wisatawan dengan ikon-ikon yang tidak jelas," tandasnya. (yun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 01 Januari 2020 19:47 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar baru-baru ini telah menghadirkan spot instagramable bagi para pengunjung.Lokasi wisata yang terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut ...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 18 Januari 2020 12:20 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...