Komisi II DPRD Situbondo saat menerima pengaduan dari paguyuban pasar Besuki.
“Kalau tidak cukup, tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan pasar. Kami dari DPRD akan mendesak untuk menganggarkan pembangunan pasar Besuki karena itu solusi terakhir,” jelasnya.
Sementara Ketua Paguyuban Pasar, Nino Khairiyah mengatakan, kembalinya pedagang berjualan lagi ke pasar yang lama karena tempat relokasi sangat tidak layak menjadi pasar. Dia mengaku, sejak dipindah beberapa waktu lalu, omzet mereka berkurang.
"Hidup kami bergantung dari hasil jualan mas, selama ini kami kesulitan menyampaikan aspirasi, beberapa kali datang ke dinas jawabannya tidak memuaskan, makanya kami minta bantuan ke DPRD," Katanya.
Bagi Nino, semua pedagang tidak mempersoalkan jika direlokasi. Namun yang penting, lokasi relokasinya di tempat yang strategis dan ditopang dengan fasilitas pasar memadai. Tidak ditempat tersebut, di samping tidak layak, juga ditolak oleh warga setempat.
“Yang penting jangan direlokasi ke sana mas, karena lokasinya tidak layak, di samping itu juga ada penolakan dari warga sekitar,” pungkasnya.
Keterangan yang dihimpun, sekitar dua bulan yang lalu, sebanyak 450 pedagang direlokasi dari pasar induk besuki ke Jalan Madura. Hal itu dilakukan menyusul adanya pengaspalan jalan raya. Namun, setelah pengaspalan selesai, pedagang kembali lagi. Akibatnya, akses jalan raya kembali tertutup, sehingga dilakukan penertiban oleh Satpol PP Situbondo. (mur/had/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




