Sabtu, 21 April 2018 16:25

Naik Haji, Khofifah Merasa Diingatkan agar Lebih Keras Lagi Selesaikan Problem Sosial

Minggu, 03 September 2017 11:55 WIB
Naik Haji, Khofifah Merasa Diingatkan agar Lebih Keras Lagi Selesaikan Problem Sosial
Khofifah Indar Parawansa

MAKKAH, BANGSAONLINE.com - Hari ketujuh di tanah suci, di sela menunaikan ibadah haji, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa merasa diingatkan Allah SWT agar lebih keras lagi dalam menyelesaikan berbagai problem sosial di tanah air.

Salah satu hal yang dirasakan ketika tiga hari pertama di Masjidil Haram, Khofifah mengaku agak heran karena tidak seperti biasanya dia sering mendengar anak-anak menangis bersahutan. Pun demikian saat di Mina, Khofifah bahkan terlihat sedih sekali ketika melihat berderet ibu-ibu membawa bayi sambil meminta-minta.

"Masyaallah, problem perlindungan anak agaknya harus kita dengungkan lebih keras lagi," pesan Khofifah untuk Staf Khusus (Stafsus) Mensos, Prof M Mas'ud Said PhD saat ditanya wartawan adakah pesan Mensos dari Tanah Suci, Minggu (3/9).

Khofifah lantas teringat pada 2003 saat ditunjuk sebagai ketua tim pansel KPAI pertama. Kebetulan saat itu dia sedang menunaikan ibadah umroh. "Subhanallah di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi, saya banyak diperlihatkan berbagai problem perlindungan anak," ungkapnya.

Khofifah juga merasa diingatkan agar mengajak semuanya untuk lebih menyayangi anak-anak, tanpa kekerasan dalam mendidik.

Ceritanya, kemarin, saat shalat ashar, ada ibu muda membawa anak umur sekitar satu tahun. Menjelang shalat, anak tersebut mengambil sekitar lima cup yang biasa dipakai minum air zam-zam di seluruh area masjidil haram.

Bocah yang terlihat lucu dan sehat itu lantas menunjukkan cup tersebut kepada Khofifah. Sembari tersenyum dan mengangkat kedua jempolnya, Khofifah membalas sapaan anak tersebut. Mendapat sapaan hangat, si bocah semakin terlihat bersahabat dengan Khofifah.

Saat shalat berlangsung, ternyata si bocah mengambil lebih dari 40 cup lalu dihamburkan di lantai masjid dan dibuat mainan. Saat itu suasana masjid relatif longgar karena jamaah haji masih terkonsentrasi di Mina.

Selepas shalat, datanglah petugas perempuan masjid sambil teriak: Hadza musykilah.. Hadza musykilah... (Ini bikin masalah). Melihat anaknya bikin 'masalah', sang ibu lalu merapikan cup yang berserakan dengan penuh kasih sayang, meski cup tersebut tak bisa dipakai lagi lantaran dianggap kotor.

Satu hal yang membahagiakan Khofifah sekaligus dirasakan sebagai peringatan agar lebih keras menyelesaikan problem sosial, ketika memasuki waktu shalat maghrib di Masjidil Haram. Dia melihat seorang ibu dari Myanmar dengan pakaian dan mukenah yang sangat sederhana. Ia kemudian menawarkan mukena yang dipakainya kepada ibu tersebut.

Khofifah bersyukur karena tawaran mukena yang dipakainya bersambut. Sambil tersenyum, Khofifah langsung memakaikannya dan ibu tersebut terlihat bahagia. "Saya membayangkan betapa berat kehidupan beragama bagi muslim di Myanmar saat ini," kata Khofifah lirih. (*)

Sumber: *Biro Humas Kemensos RI
Kamis, 19 April 2018 18:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEBAT perdana Kandidat Gubernur Jawa Timur telah dihelat 10 April 2018 lalu dan terus mengiangkan diksi dan intonasi kata “kemiskinan” selama saya mengikutinya dalam perjalanan. Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil E...
Senin, 19 Maret 2018 19:42 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .      Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraa...
Sabtu, 21 April 2018 12:32 WIB
Assalamualaikum Ustad, saya ingin bertanya. Bapak saya punya saudara laki-laki dan dia punya cucu perempuan, apakah boleh saya menikahinya. Mohon di jawab. Waalaikumsalam.(Muhammad Tesan, Netizen)Jawab:Status hubungan keluarga di atas adalah sudah ...
Jumat, 20 April 2018 23:01 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Ngawi dikenal mempunyai Alas Srigati atau Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan dari kota. Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu wilayah angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.Ha...