Selasa, 21 Agustus 2018 17:18

Lahdalah.... Pelacur Asli Dikalahkan Boneka Seks

Selasa, 22 Agustus 2017 11:03 WIB
Editor: Choirul
Lahdalah.... Pelacur Asli Dikalahkan Boneka Seks
Inilah si Fanny, boneka seks yang banyak penggemarnya. foto: mirror.co.uk

WINA, BANGSAONLINE.com - Sebuah rumah bordil boneka seks di Wina, Kontakthof, mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Mereka mengklaim bahwa boneka seks yang mereka produksi dan diberi nama Fanny, lebih laku daripada koleksi pelacur yang mereka punyai.

'Fanny' mempunyai tinggi 5 kaki 1 inci, berat 83 pound, berambut blonde dan berpayudara besar. “Fanny sering dibooking dengan harga 72 poundsterling (setara Rp 1,2 juta) selama beberapa hari berturut turut,” aku pengelola bordil.

Permintaan begitu tinggi untuk membooking Fanny, menyebabkan Rumah Bordil Kontakthof berencana mendatangkan saudara Fanny, dari Jepang. Saudara Fanny ini rencananya akan dibandrol dengan harga 6,300 pounsdterling. Boneka seks yang bisa bereaksi ini menjadi primadona baru bagi hidung belang di Wina.

Salah satu blogger bernama Andreas menuliskan pengalamannya mencoba sensasi bercinta dengan Fanny. "Fanny tidak kotor, semuanya bersih, semuanya sangat intim," ujarnya.

"Fanny memiliki sentuhan Asia. Pada pandangan pertama dia terlihat seperti wanita sejati, tapi tubuhnya penuh dengan semacam silikon, tegas dan lembut pada saat Anda ‘menerobosnya’," sambungnya.

Andreas mengaku bahwa ia terkejut dan langsung menikmati Fanny setelah mencoba sepuluh menit berhubungan intim. "Saya cenderung menyukai boneka seks," sambungnya.

Bahkan media-media di Austria melaporkan bahwa saat ini semakin banyak rumah pelacuran yang menawarkan boneka seks untuk pelanggan.

"Jelas seks dengan boneka lagi ngetren. Kami memenuhi kebutuhan fantasi pelanggan," ujar Peter Laskaris yang mengoperasikan dua rumah pelacuran di Wina

Peter Laskaris blak-blakan mengatakan dirinya pernah mencobanya sekali. "Tapi saya malah merasa seperti seperti tidur dengan mayat."

Media Austria melaporkan, bahwa pakar industri seks memperkirakan bahwa orang-orang pecinta boneka seks akan semakin berkembang.

Psikolog Gerti Senger menjelaskan mengapa beberapa pria lebih tertarik untuk tidur dengan 'Fanny' daripada dengan wanita sejati. "Pertama, orang itu bisa melakukan apapun dengan boneka itu. Kedua, bisa menghambat keinginan ngeseks dengan pelacur," katanya.

Namun, Senger yang merupakan Wakil Direktur Society for Sexual Research (OeGS) Austria menyatakan terkejut ketika mendapati 'Fanny' lebih populer daripada pelacur. Dia menyebut hal ini sebagai fenomena kecenderungan autistik yang nyata.

Sumber: mirror.co.uk
Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...