Jumat, 20 Juli 2018 21:33

Game Action dan Tembak-tembakan Bisa Rusak Otak dan Sebabkan Demensia

Selasa, 08 Agustus 2017 11:26 WIB
Editor: choirul
Game Action dan Tembak-tembakan Bisa Rusak Otak dan Sebabkan Demensia
Game Borderlands 2 sebagai studi. foto: mirror.co.uk

LONDON, BANGSAONLINE.com - Hasil riset terakhir tentang kecanduan video game, seakan menghantam hasil riset sebelumnya yang menyatakan video game bisa meningkatkan beberapa aspek, termasuk mental dan meningkatkan ingatan jangka pendek.

Temuan terbaru malah sebaliknya. Dengan menjadikan game Borderlands 2 sebagai studi, ditemukan fakta bahwa bermain video game tembak menembak termasuk game kekerasan, bisa merusak otak dan meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seringnya pemain game action menyebabkan seseorang memiliki lebih sedikit neuron di hippocampus mereka, pusat ingatan di otak. Semakin banyak pusat ingatan di otak terganggu, semakin seseorang berisiko terkena penyakit otak, termasuk depresi dan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Penemuan ini menantang temuan sebelumnya yang mengatakan bahwa video game dapat meningkatkan beberapa aspek mental dan meningkatkan ingatan jangka pendek.

Dalam penelitian ini, sekitar 100 orang direkrut dan diminta untuk memainkan berbagai permainan action populer, termasuk Call Of Duty, Killzone dan Borderlands 2 dengan total 90 jam di depan layar. Mereka juga diajak bermain game 3D tanpa kekerasan seperti Super Mario.

"Video game telah terbukti bermanfaat bagi sistem kognitif tertentu di otak, terutama terkait dengan perhatian visual dan ingatan jangka pendek. Itulah sebabnya kami memutuskan untuk melakukan studi pencitraan neuro-penuh, memindai otak pelaku permainan aksi video aksi dan membandingkannya dengan non-pemain," kata Ketua periset Dr Greg West, dari Universitas Montreal di Kanada.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seringnya seseorang bermain game action membuat ia memiliki lebih sedikit neuron di pusat ingatan utama di otak. Bahkan Video game 'Shooter' dapat merusak otak dan dapat meningkatkan risiko Alzheimer.

Hippocampus dalam otak berbentuk seperti kuda laut yang mempunyai perang sangat penting untuk ingatan, membantu menavigasi, dan memori episodik yang mengingatkan pada pengalaman masa lalu.

Sumber: mirror.co.uk
Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 18 Juli 2018 16:49 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo* KABAR pating semliwer memenuhi angkasa dan terhelat dalam belantara bumi nusantara. Para petinggi dan penglamun kekuasaan sedang merancang skenario untuk dapat bertahan, tidak hendak beringsut, tak rela bergeser, apalagi l...
Selasa, 03 Juli 2018 04:36 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Fa-idzaa jaa-a wa’du uulaahumaa ba’atsnaa ‘alaykum ‘ibaadan lanaa ulii ba'sin syadiidin fajaasuu khilaala alddiyaari wakaana wa’dan maf’uulaan (5).Teks ayat kaji ini jelas sekali, beta...
Jumat, 20 Juli 2018 09:30 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 16 Juli 2018 20:00 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Kelapa yang berada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban terus berbenah. Beberapa fasilitas penunjang di kawasan obyek wisata pantai tersebut dirombak dan ditambah guna meningkatkan day...