Selasa, 15 Oktober 2019 09:27

Hendak Dikirim ke China, Penyelundupan 10 Satwa Berhasil Digagalkan

Jumat, 14 Juli 2017 21:52 WIB
Wartawan: Catur Andy
Hendak Dikirim ke China, Penyelundupan 10 Satwa Berhasil Digagalkan

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tim Operasi Penegakan Hukum KLHK wilayah II Jawa Bali Nusa Tenggara SW ISI Surabaya berhasil menangkap salah seorang pelaku perdagangan ilegal hewan satwa dilindungi, HK (30) asal Kediri. Dari penangkapan tersebut, petugas juga mengamankan 10 ekor hewan satwa yang hendak dikirim ke China.

Kepala Balai Gakkum KLHK wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabal Nusra), Benny Bastiawan mengungkapkan, penangkapan ini dilakukan berdasarkan informasi masyarakat tentang adanya perdagangan hewan satwa dilindungi. Selanjutnya, tim gabungan Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) dan penyidik penegakan hukum langsung melakukan penyelidikan pada 12 Juli lalu.

"Dari operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan satu tersangka beserta barang bukti 10 hewan dilindungi," kata Benny, di kantornya Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah II Surabaya, di Juanda. Kamis (13/7).

Adapun 10 hewan dilindungi itu, yakni 9 ekor Kukang, dan 1 ekor burung Julang. Menurutnya, perdagangan satwa dilindungi tersebut sengaja dipromosikan melalui media sosial Facebook. Tersangka, ditangkap di kawasan pasar Kediri, pada pukul 10.00 WIB.

"Rencananya, hewan satwa dilindungi ini hendak dikirim ke luar negeri, China," terangnya.

Sementara, Kasie Wilayah II Surabaya, Sidonius Tri Saksono mengatakan permintaan hewan satwa ilegal ini semakin melebar di kawasan Jatim, yang mana sebelumnya masih banyak permintaan dari Jawa Barat.

"Kebetulan kali ini permintaanya dari Jakarta. Kemudian dikirim ke luar negeri, China," jelasnya.

Harga penjualannya pun bervariasi. biasanya, penjualan hewan satwa di dalam negeri berada di kisaran Rp 400 ribu. Sedangkan penjualan hewan satwa di luar negeri bisa mencapai Rp 2 Juta.

"Saat ini, pelaku sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik KLHK Balai Gakkum Jabalnusra di kantor Juanda Sidoarjo," tandasnya.

Akibat Perbuatannya, pelaku melanggar pasal 21 ayat 2 huruf a dan b Jo pasal 40 ayat 2 UU nomor 5 tahun 1990 Jo PP nomor 77 tahun 1999 dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 100 juta. (cat)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...