Senin, 14 Oktober 2019 19:02

Kebiasaan Baik KH Hasyim Muzadi (8): Ingin Jadi seperti Mus Mulyadi dan Bung Karno

Jumat, 31 Maret 2017 01:56 WIB
Kebiasaan Baik KH Hasyim Muzadi (8): Ingin Jadi seperti Mus Mulyadi dan Bung Karno

Oleh: M. Mas'ud Adnan

Saya sering jagongan bersama Kiai Hasyim Muzadi. Tentu saya tak sendirian. Tapi juga bersama teman-teman kader NU yang lain.

Saya kadang jagongan di ndalem Kiai Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok Jawa Barat. Di ruang tamu itu ada dua tempat. Satu ruangan tempat lesehan yang cukup lebar. Satunya lagi ada kursinya. Yang ini tak terlalu besar.

Tapi kadang saya dan teman-teman jagongan bersama Kiai Hasyim Muzadi di ndalemnya di Pondok Pesantren Mahasiswa al-Hikam di Malang Jawa Timur. Di sini lebih sering lesehan. Tapi kadang juga di ruang tengah yang ada kursinya.

Nah, saat jagongan itulah sering muncul cerita-cerita lucu, terutama saat Kiai Hasyim Muzadi menceritakan masa lalunya ketika masih remaja.

”Saya dulu pernah punya cita-cita jadi penyanyi keroncong seperti Mus Mulyadi dan jadi orator seperti Bung Karno,” katanya kepada saya dan teman-teman.

Saya langsung tertawa. Saya gak nyangka kalau seorang kiai besar dan popular sekaliber Kiai Hasyim Muzadi ternyata pernah punya cita-cita jadi penyanyi keroncong.

Saya menilai pengakuan ini sangat menarik dan layak berita. Karena itu ketika saya diangkat sebagai direktur Biostv ingat cerita unik Kiai Hasyim Muzadi. Saya langsung membikin program yang diberi title Inspirasi Tokoh. Program unggulan Biostv ini menampilkan para tokoh atau kiai yang berbicara tentang masa lalunya, termasuk yang lucu-lucu. Banyak tokoh dan kiai yang saya tampilkan dalam program Inspirasi Tokoh di Biostv, antara lain KHA Hasyim Muzadi, KH Cholil Nafis, KH Ir Salahuddin Wahid, Prof Dr Warsono (rektor Unesa), KH Tolhah Hasan (mantan menteri agama) dan banyak lagi. Saya akan terus menampilkan para tokoh dan kiai-kiai di Jawa Timur dalam program Inspirasi Tokoh ini.

Lalu kenapa Kiai Hasyim Muzadi kok gak jadi penyanyi. Ternyata tak memenuhi syarat. ”Suaranya cemplang,” katanya sambil tertawa.

Kiai Hasyim Muzadi malah bersyukur tak ditakdirkan jadi penyanyi keroncong. ”Seandainya saya jadi penyanyi lak ngamen terus, tak jadi jadi ketua (umum) PBNU,” katanya lagi sambil tertawa.

Saya yang mendengarkan ceritanya ikut tertawa. (m mas’ud adnan/bersambung)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...