Selain bantuan tersebut, juga diberikan berbagai bantuan sosial untuk mendorong mereka mandiri seperti bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Mereka juga diberikan pelatihan keterampilan sehingga mereka bisa berkarya dan berpenghasilan. Melalui berbagai bantuan sosial ini diharapkan tidak ada lagi yang kembali ke jalanan dan menjadi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di masyarakat.

Promosi yang Masif
Sementara itu, Mensos mengatakan dari semua upaya yang telah dilakukan, harus didukung promosi dan sosialisasi yang masif melalui media massa, media sosial, biro wisata, dsb.
"Saya minta semua pihak mari bantu kampung ini menjadi sejahtera dan mandiri. Rekan-rekan media bisa mengangkat beritanya, wisatawan mengunggah foto-foto ke media sosial, netizen berkunjung dan memberikan kesan-kesan di twitter, pemda membuat kampanye dan pake-paket wisata menarik, sehingga penyebaran informasi tentang Kampung Wisata Topeng ini semakin luas," harap Khofifah.
Kepada Wali Kota Malang, Mensos meminta secara khusus agar dapat menggerakkan anak-anak sekolah bersama guru untuk berkunjung ke Kampung Wisata Topeng. Anak-anak dapat belajar membuat topeng, mewarnainya, sekaligus belajar sejarah topeng Malangan.
"Kemudian kepada warga, tolong jaga lingkungan ini tetap bersih, rapi dan berikan sambutan yang baik serta layanan yang berkualitas kepada wisatawan. Agar makin banyak orang datamg berkunjung dan membeli kerajinan tangan di sini," tutup Mensos. (*/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




