Jumat, 18 Oktober 2019 02:10

Lagi-lagi Pembangunan Jembatan Brawijaya Terganjal Proses Hukum

Rabu, 08 Maret 2017 03:03 WIB
Wartawan: Arif Kurniawan
Lagi-lagi Pembangunan Jembatan Brawijaya Terganjal Proses Hukum
Jembatan lama yang menghubungkan kecamatan Kota dan kecamatan Mojoroto ini dinilai sudah tidak layak dan sangat membahayakan. foto: ARIF KURNIAWAN/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Proses kelanjutan pembangunan Jembatan Brawijaya terus dinanti warga Kota Kediri. Sayangnya, sampai saat ini harapan warga masih terganjal akan proses hukum yang masih ditangani Polda Jawa Timur.

Usaha Pemerintah Kota Kediri dalam melanjutkan pembangunan jembatan tersebut sudah berulang kali dilakukan. Salah satunya Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar yang meminta langsung Kapolda Jatim era Anton Setiadji untuk memberikan lampu hijau dalam melanjutkan pembangunan tersebut. Bahkan, tahun 2017 ini Pemerintah Kota Kediri juga menganggarkan dana sebesar Rp 21 miliar.

Kabag Humas Pemkot Kediri Apip Permana, mengatakan Pemkot Kediri terus optimis akan melanjutkan pembangunan Jembatan Brawijaya yang diketahui sudah mangkrak kurang lebih 3 tahun itu. Kendati demikian, saat ini pihak pemerintah masih menunggu kepastian proses hukum yang masih berjalan.

"Tetap akan dilanjutkan, tapi kita masih menunggu proses hukumnya," ujarnya, Selasa (7/3).

Terpisah, anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Yudi Ayubchan, berharap anggaran lanjutan untuk pembangunan Jembatan Brawijaya yang sudah dianggarkan dapat berjalan dengan lancar.

"Informasi yang kita dapat dari Pemerintah Kota Kediri untuk bisa melanjutkan pembangunan harus ada rekomendasi dari Polda dan BPK. Jadi kalau memang sudah ada rekomendasi ini nantinya bisa menjadi dasar hukum untuk melanjutkan pembangunan itu," ungkapnya.

Menurutnya, yang menjadi kendala jika tidak ada dasar hukum bisa menghambat pada proses lelang sebelum dilaksanakan pembangunan. Harapannya setelah adanya kepastian hukum, untuk proses lelang bisa berjalan sesuai dengan mekanisme.

"Dengan adanya kepastian hukum ini nantinya bisa dijadikan dasar bagi peserta lelang. Kita tidak ingin nantinya jika lelang sudah dibuka kemudian pesertanya justru tidak ada yang ikut tender karena takut terlibat hukum," tandasnya. (rif/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 18 Oktober 2019 01:53 WIB
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Komunitas Mahasiswa Generasi Bari Indonesia (GenBI) Jember melakukan penanaman terumbu karang di laut dangkal objek wisata Pasir Putih Situbondo, Kamis (17/10).Selain itu, komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank ...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...