Pakde Karwo memberikan kuliah umum di hadapan para mahasiswa dan civitas akademika Unhas, didampingi Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dwia Aries Tina Palubuhu, dan Ketua Majelis Wali Amanah Univ Hasanuddin.
“Saya akan menyamakan konsep ini dengan OJK dan BI. Ini modal sosial luar biasa, sehingga bisa kita masukkan dalam skema pembiayaan,” tambahnya.
Di akhir, Pakde Karwo mengusulkan kebijakan fiskal, d imana industri besar difasilitasi, segmen UMKM diberi stimulasi sedangkan segmen miskin/kecil secara afirmatif melalui charity. Government spending, lanjutnya, hanya sebesar 9,16 persen PDRB Jatim, sehingga tidak mungkin membiayai semua biaya pembangunan. Untuk itu perlu dilakukan perubahan total.
“Hibah dan bansos itu bagian dari charity, di negara manapun sama. Sebagai contoh, uang dihibahkan kepada segmen paling bawah,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Dwia Aries Tina PB,MA, mengapresiasi apa yang dilakukan Gubernur Soekarwo, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ekonomi. Menurutnya banyak investor yang gagal menanam investasi karena terkendala peraturan daerah yang membebani, tapi tidak berlaku di Jatim.
“Bila Gubernur di indonesia seperti Pakde Karwo, maka stabilitas ekonomi akan terjaga. Pakde Karwo sosok Gubernur yang sangat merakyat dan sangat ahli di bidang pemerintahan, hukum, dan ekonomi,” katanya. (dew/rud/ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




