Sabtu, 21 September 2019 10:36

Konsumen Keluhkan Rokok Lokal Pacitan Bau Pesing

Jumat, 20 Januari 2017 23:13 WIB
Konsumen Keluhkan Rokok Lokal Pacitan Bau Pesing
Salah seorang konsumen rokok lokal yang mengeluhkan bau pesing.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Sejumlah konsumen rokok di Pacitan mengeluhkan adanya bau pesing atas rokok produkan lokal yang selama ini mereka konsumsi. Seperti dialami Slamet, salah seorang perokok aktif ini. Ia mengaku seringkali ditegur sama rekan-rekannya saat menyulut rokok produkan lokal.

"Kalau penikmatnya nggak merasakan ada bau pesing. Namun asap yang tersembul dari hisapan rokok tersebut, acap kali berbau pesing," tutur dia, Jumat (20/1).

Hal senada juga dialami konsumen rokok lainnya. Ia mengaku juga pernah ditegur rekannya gara-gara asap rokok yang dihisapnya memunculkan bau pesing. Namun setelah berganti rokok bungkus lain yang masih satu merek, bau tak sedap itu hilang.

Sementara itu, Widarto, salah seorang pengusaha rokok di Pacitan mengatakan, munculnya bau tak sedap dari asap rokok itu ditengarai adanya kesalahan pengolahan cengkih. "Mungkin itu karena kesalahan pengolahan cengkih sebelum dilinting menjadi rokok," kata dia, saat dikonfirmasi.

Wiwid, begitu pengusaha rokok asal Tulungagung ini akrab disapa menjelaskan, sebelum diramu dan dicampur dengan tembakau serta saos penyedap lainnya, butiran cengkeh kering biasanya direndam terlebih dulu. Setelah itu ditiriskan lalu dijemur hingga kering. Kemudian, cengkih baru dirajang dan dicampur dengan bahan baku rokok lainnya. Proses tersebut memang perlu kehati-hatian. Khususnya air rendaman harus selalu dijaga kebersihannya.

"Kalau teledor, akan menyebabkan bau yang tidak sedap. Sehingga citra rasa rokok memang akan berubah," terang Wiwid seraya menegaskan, kalau rokok tersebut bukan produksinya.

Apakah bau pesing itu akibat air rendaman cengkih tercemar air kencing? ‎Menurut Wiwid, munculnya bau pesing itu disinyalir memang berasal dari cengkih yang tidak benar pengelolaannya. "Namun bisa jadi air rendaman, dikencingin pekerja. Sementara petugas ceker pabrik tidak menyadarinya," tukas dia. (yun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...