Selasa, 15 Juni 2021 19:55

Tafsir An-Nahl 101-102: Nasikh Mansukh, Pembohongan Firman Tuhan?

Senin, 16 Januari 2017 13:55 WIB
Tafsir An-Nahl 101-102: Nasikh Mansukh, Pembohongan Firman Tuhan?

Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie MAg. . .   

BANGSAONLINE.com - Wa-idzaa baddalnaa aayatan makaana aayatin waallaahu a’lamu bimaa yunazzilu qaaluu innamaa anta muftarin bal aktsaruhum laa ya’lamuuna (101). Qul nazzalahu ruuhu alqudusi min rabbika bialhaqqi liyutsabbita alladziina aamanuu wahudan wabusyraa lilmuslimiina (102).

"Wa-idzaa baddalnaa aayatan makaana aayatin waallaahu a’lamu bimaa yunazzilu". Tuhan menurunkan ayat susulan sebagai penyempurna ayat yang turun sebelumnya. Semua itu ada hikmahnya dan Tuhan maha mengerti terhadap apa yang Dia turunkan.

Sudah diberitahu seperti itu, tetap saja orang kafir Makkah berkomentar, "innama ant muftar". Muhammad telah melakukan kebohongan publik dengan menyampaikan ayat pertama yang ternyata - akhirnya - direvisi. Itu berarti Muhammad melakukan kebohongan. Jika tidak bohong, kenapa kata-kata yang dahulu harus direvisi.

BACA JUGA : 

Tafsir Al-Kahfi 65: Khidir A.S., Nabinya Komunitas Green Peace

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Guru Mendatangi Murid atau Murid Mendatangi Guru

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Andai Android Zaman Musa A.S.

Tafsir Al-Kahfi 60: Kecongkakan Nabi Musa A.S.

Tapi Allah SWT menyatakan, bahwa ayat susulan yang diturunkan itu benar adanya dan diturunkan dengan benar, via Ruh al-Qudus. Tujuannya untuk memberikan kemantapan iman bagi kaum beriman, selain sebagai petunjuk dan kabar gembira bagi mereka. Jadi, sepanjang yang mengganti aturan itu Tuhan sendiri (Baddalna/Kami mengganti), maka sah-sah saja hal itu terjadi. Naskh dan mansukh adalah hak prerogatif Tuhan.

Di sini, ulama yang pro naskh, seperti umumnya madzhab syafi'iy berhujjah dengan ayat ini secara kuat sehingga naskh and mansukh dalam al-Qur'an itu benar adanya dan bukan main-main atau kebohongan. Fungsi kabar gembira (busyra) adalah fungsi maslahat, di mana dalam perubahan itu pasti ada maslahah yang lebih besar. Di sinilah Tuhan mahaluwes dan mahabijak, dengan menurunkan hukum sesuai kondisi mukhatab serta mempertimbangkan ruang dan waktu.

Semisal perubahan waktu iddah (masa tunggu) bagi janda yang ditinggal mati suaminya. Aturan pertama turun mematok masa iddah 12 bulan atau satu tahun (al-Baqarah: 240), lalu. Beberapa waktu, kemudian turun ayat susulan yang menyatakan, bahwa masa tunggu cukup empat bulan plus sepuluh hari yang diglobalkan menjadi 130 hari terhitung setelah hari kematian suami (al-Baqarah:234).

Jadinya, aturan lama direvisi dengan aturan baru, sehingga masa tunggu janda ditinggal mati suaminya cukup 130 hari. Selama masa iddah tidak diperbolehkan melakukan pernikahan dengan lelaki lain. Dan jika melakukan, maka nikah dianggap tidak sah. Jika ingin terus melanjutkan pernikahan dengan suami baru yang terlanjur sudah menikahi, maka dinikahkan ulang setelah masa iddah selesai. Itu cara terbaik dalam madzhab syafi'ie.

Tidak sama dengan ilmuwan kontra naskh yang mengatakan, bahwa implikasi dari naskh adalah mendisfungsikan salah satu ayat al-Qur'an. Jika ayatnya tidak tertulis di al-mushaf, maka wajarlah. Tapi jika ayatnya masih eksis dan tertulis dalam al-mushaf, maka terkesan rancu sekali. Kok ada firman Tuhan yang tak berguna??

Mereka, lalu mengedepankan solusi, bahwa kedua ayat yang nampak kontradiktif itu dipadukan saja dan tidak perlu didisfungsikan salah satunya. Pola pemaduan ini lebih universal dan lebih memfungsikan firman Tuhan ketimbang pola naskh yang mendisfungsikan.

Jadinya, ayat iddah dua belas bulan diperuntukkan pada janda tua atau yang sudah tidak punya hasrat menikah lagi. Dengan beriddah satu tahun berarti melakukan ibadah panjang dan itu menambah pahala, karena iddah adalah ibadah. Setiap tindak kepatuhan dan penghambaan diri kepada Tuhan adalah ibadah berpahala. Hakim dan kaum muslimin wajib menghormati pilihan janda tua ini, karena itu mutlak sebagai haknya. Janda yang telah memilih iddah satu tahun, kepadanya berlaku hukum iddah, etika iddah selama itu dan kaum lelaki wajib menghormatinya. Seperti tidak boleh melamar dan lain-lain.

Lain lagi dengan janda muda yang masih seger dan energik dan secara itung-itungan masih pantas menikah lagi. Maka cukup ber-iddah 130 hari saja. Hal ini tentu lebih bijak dan lebih bermasalahah. Bagi janda muda, lebih cepat menikah lebih baik karena janda yang menyendiri sungguh rawan fitnah dan sarat godaan. Lelaki bisa saja lebih tertarik pada janda muda yang centil ketimbang kepada gadis. Hal itu karena lelaki yang hatinya agak "gemerseng" menganggap si janda lebih butuh sehingga peluang interaksi lebih terbuka.

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Selasa, 15 Juni 2021 06:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-RUU Pajak makin ramai dan kontroversial. Tapi suara fraksi-fraksi di DPR kali ini menolak. Alias tak mendukung rencana pemerintah.Apa benar ini karena Pilpres sudah dekat? Atau karena para pimpinan parpol belum dipanggil pr...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...