16 Penerbit Belokkan Terjemahan Awliya di Surah Al Maidah, Banyak Beredar di Pasar

16 Penerbit Belokkan Terjemahan Awliya di Surah Al Maidah, Banyak Beredar di Pasar Muchlis M Hanafi

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Terjemahan awliya pada surat Al Maidah ayat 51 yang semestinya 'pemimpin' menjadi 'teman setia' terus menuai polemik. Terlebih, Alquran yang memuat terjemahan semacam itu sudah beredar di pasaran dan sudah berlangsung cukup lama.

Seperti razia yang digelar aparat Polsek Tangerang. Mereka menemukan terjemahan Alquran yang diduga dibelokkan. Penemuan itu merupakan hasil operasi terhadap sejumlah toko buku di tiga pusat perbelanjaan di seluruh Tangerang.

Dari hasil penelusuran polisi, didapati 16 penerbit diduga membelokkan terjemahan surah Al Maidah ayat 51, yang harusnya pemimpin menjadi teman setia. Temuan itu terjadi di Tangerang City Mall, Mall Bale Kota dan Metropolis Town Square.

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Kemenag, Muchlis M Hanafi menegaskan, polemik tersebut terjadi akibat perbedaan penerjemahan pada kata 'awliya'. Dalam temuan polisi, terjemahan Surah Al Maidah ayat 51 diartikan sebagai teman setia.

Muchlis melanjutkan, terjemahan tersebut merujuk pada edisi revisi 2002, Terjemahan Alquran Kementerian Agama yang telah mendapat tanda tashih dari LPMQ. Perbedaan itulah yang menimbulkan polemik, hingga banyak pihak yang menyebutnya sebagai Alquran palsu.

"Tidak benar kabar yang menyatakan bahwa telah terjadi pengeditan terjemahan Alquran belakangan ini. Tuduhan bahwa pengeditan dilakukan atas instruksi Kementerian Agama juga tidak berdasar," tegas Muchlis di Jakarta, demikian dikutip dari situs resmi Kemenag, Senin (24/10).

Menurut Muchlis, kata awliya disebutkan sebanyak 42 kali dalam Alquran dan diterjemahkan berdasarkan konteksnya. Merujuk edisi revisi 1998-2002, kata-kata 'pemimpin' itu tercantum dalam Surah Ali Imran ayat 28, Al Nisa ayat 139 dan 144 serta Al Maidah ayat 57. Sedangkan pada Al Maidah ayat 51 dan Al Mumtahanah ayat 1 diartikan dengan 'teman setia'.

Sementara, pada Surah Al Taubah ayat 23 dimaknai dengan 'pelindung', dan pada An Nisa ayat 89 diterjemahkan dengan 'teman-teman'.

Dia menjelaskan, terjemahan Alquran Kemenag ini pertama kali terbit pada 1965. Pada perkembangannya, penerjemahan telah mengalami dua kali proses perbaikan dan penyempurnaan, yaitu tahun 1989-1990 dan 1998-2002. Proses perbaikan dan penyempurnaan itu dilakukan oleh para ulama dan ahli di bidangnya, sementara Kementerian Agama bertindak sebagai fasilitator.

Penyempurnaan dan perbaikan tersebut meliputi aspek bahasa, konsistensi pilihan kata atau kalimat untuk lafal atau ayat tertentu, substansi yang berkenaan dengan makna dan kandungan ayat, dan aspek transliterasi, terangnya.

Sumber: republika.co.id/detik.com

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO