Ida, saat membuat shompia dari kulit yang sudah digoereng. foto; luckman hakim/BANGSAONLINE
Ketika sedang sepi pemesanan, Ida hanya produksi 5 hari dalam 1 minggu, “Tapi setelah hari raya kemarin ada pesanan terus menerus tanpa henti. Ketika hari raya itu pemesanan bisa sampai 100 bal sampai kita kewalahan,” ungkap Ida.
Bahan-bahan untuk membuat kulit shompia ini terdiri dari kanji 0,5 kg dan tepung terigu 5 kg, penyedap rasa dan dicampur dengan telur sebanyak 4 butir, semakin banyak telurnya rasa kulit shompia semakin gurih dan enak, dan harga shompia semakin mahal.
Untuk isi dari Shompia terdiri dari roti tawar yang sudah dikeringkan dan dihaluskan, bumbu penyedap, micin, abon, baking powder dan soda kue yang di campur menjadi satu. Untuk lem kulit shompia dari kanji dan tepung terigu yang di masak hingga mengental dan menjadi lengket.
Untuk pengemasan, Ida hanya mengemas shompianya dengan kemasan bal-bal plastik yang ditali. Akan tetapi shompia Ida bisa bertahan selama 3 bulan lebih, karena proses penghilangan minyak setelah di goreng benar-benar tuntas.
Shompia Ida tidak mempunyai label sendiri, akan tetapi labelnya dari agen-agen yang membeli shompia di Ida.
Ida sudah membuat shompia selama 3 tahun dan sudah mengalami jatuh bangun dalam membuat usaha sebelum membuat shompia, “Saya sudah 3 tahun membuat shompia, sebelumnya saya membuka toko tapi bangkrut, lalu saya membuat sandal dan sepatu hasilnya sama juga, dan akhirnya saya coba-coba membuat shompia dan alhamdulillah sampai sekarang lancar,” tutupnya. (luckmanhakim/IUTM)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




