Rabu, 17 Juli 2019 14:35

Menengok Aktivitas Pecinta Keris di Tuban, Kolektor Harus Berusaha Pahami Keinginan si Mpu

Senin, 03 Oktober 2016 16:31 WIB
Wartawan: Suwandi
Menengok Aktivitas Pecinta Keris di Tuban, Kolektor Harus Berusaha Pahami Keinginan si Mpu
M. Namtuchin (Abiyala) menunjukkan salah satu keris koleksinya. foto: SUWANDI/ BANGSAONLINE

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Keris merupakan benda yang memiliki makna filosofi mendalam dan tidak lepas dari sejarah. Apalagi sejak adanya pengukuhan dari UNESCO, bahwa keris nusantara sebagai warisan milik bangsa.

Dari situ, kini keris telah dijadikan warisan kebudayaan yang tidak lepas dari sejarah panjang kejayaan kerajaan di Nusantara. Tak heran jika sampai saat ini, pusaka keris selalu diminati oleh para pecinta dan peminatnya. Sebab, selain memang hobi, mengoleksi keris merupakan bagian dari upaya melestarikan dan memelihara kelangsungan pusaka tersebut.

Untuk itu, kolektor dan pecinta keris harus berusaha memahami apa keinginan pembuat (Mpu) dan orang yang memesannya.

Seperti yang disampaikan oleh kolektor asal Senori Tuban, M. Namtuchin (Abiyala), yang sudah berkecimpung mendalami keris dan tosan aji 10 tahun belakangan ini. Ia menyampaikan, ada banyak jenis keris yang harus dipahami oleh pemesan maupun pecinta keris. Ia pun secara rinci menyebutkan kelengkapan sebuah keris yang ditandai dengan bentuk (dapur), pamor (motif), tangguh (zaman atau era), wrangka (sarung) dan bagian pegangan keris atau ukiran.

"Dari kelengkapan itu, baru bisa disebut dengan keris," paparnya.

Kini, lanjut Abiyala yang juga salah satu anggota komunitas Paguyuban Pelestarian Tosan Aji Megalamat Tuban, pemasaran keris sudah semakin modern sejak adanya media online.

Abiyala sendiri mengungkapkan dirinya mengoleksi sekitar 50 jenis keris. Dari berbagai jenis bentuk keris yang ia miliki, ada keris yang menjadi andalannya yakni, jenis Senpaner berpamor pancuran emas zaman majapahit.

"Konon mitosnya, (keris Senpaner-Red) memiliki tuah di bidang usaha lancar, dimudahkan dari segala urusan dan pangkat kedudukan. Saya juga pernah menjual keris jenis Dapur udan emas tiban era Majapahit Tuban (sepuh) untuk pemesan dari Negara Malaysia," pungkasnya. (tbn1/wan/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...