Sabtu, 21 September 2019 14:54

Kesal Dikritik, Ruhut: Ibas Kayak Tukang Parkir, Muncul Petisi Pemecatan di Internal Demokrat

Rabu, 28 September 2016 23:25 WIB
Kesal Dikritik, Ruhut: Ibas Kayak Tukang Parkir, Muncul Petisi Pemecatan di Internal Demokrat
Ruhut Sitompul percaya diri tidak akan dipecat SBY dari Demokrat.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Sikap politik Ruhut Sitompul yang lebih memilih Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat ketimbang Agus Harimurti-Sylviana Murni menuai kritik dari koleganya di Demokrat. Alasan Ruhut 'ogah' mendukung karena Agus bukan kader partai.

Ketua DPP Demokrat Didik Mukrianto menyindir Ruhut bahwa Ahok yang selama ini didukungnya juga bukan kader partai mana pun. Didik memprediksi Ruhut akan dipanggil Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Komisi Pengawasan Demokrat untuk dijatuhi sanksi.

Ruhut meradang dengan serangan Didik. Dia balik menyerang dan mengatakan Didik adalah orang baru di partai berlambang bintang mercy. Sehingga, menurutnya, Didik belum mengetahui seluk beluk partai.

"Didik kan anak kemarin sore di Demokrat, dia belum tahu apa-apa. Dia kan ngelended sama Ibas. Kalau saya kan ngelended sama bapaknya Ibas. Bedalah, jauh beda gua sama Didik. Nggak akan diproses, orang nggak apa-apa kok," kata Ruhut.

Sepengetahuannya, Didik selalu berada di balik Ketua Fraksi Demokrat Edhi Baskoro Yudhoyono. Sedangkan Ruhut mengaku ada di belakang SBY. Sehingga, dia mengklaim Didik tak akan bisa menyainginya di Demokrat.

Ruhut menegaskan Demokrat tidak akan menjatuhkan sanksi karena SBY sayang kepadanya. Bahkan dia mengklaim sebagai kader emas partai Demokrat.

"Enggak, aku buktinya belum dipanggil-panggil. Gimana mau dipanggil orang pak SBY sayang sama aku. Dia kan tahu mana kader emas mana loyang. Saya kan kader emasnya Pak SBY. Dia sayang sama aku, dia tahu mana kader militannya," tegasnya.

Buktinya, kata Ruhut, saat dia mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2014, tidak ada teguran dari SBY kepadanya. Tak puas menyerang Didik, Ruhut menyerang kader-kader yang selama ini mengkritik sikapnya. Sebut saja, Sekretaris Majelis Tinggi Amir Syamsuddin, Waketum Demokrat Syarief Hasan dan Roy Suryo.

"Buktinya dulu aku dukung Pak Jokowi dia hormati. Sedikit pun tidak ada teguran. Yang selama ini galak, sekarang sudah mulai lembut kan? Lihat saja Amir, Syarif, mana ada galaknya sekarang, justru mereka bilang yasudahlah, biarlah Ruhut mau ngomong gitu. Itukan pasti sudah ada tanda-tanda dari Pak SBY," ungkap Ruhut.

Roy Suryo, katanya, hanya banyak bicara tapi minim prestasi. Tudingan itu dibuktikan dengan gagalnya Roy menjadi anggota dewan dalam pemilihan legislatif tahun 2009. Padahal, Roy tercatat sebagai caleg peraih suara terbanyak di dapil Yogyakarta.

"Saya nggak takut sama kader Demokrat lain. Kadernya paling yang takut lihat aku. Coba lihat, ada nggak kader Demokrat yang berani berhadapan sama gua? Istimewa Roy Suryo, dia cuma ngomong doang, omdo," tandasnya.

"Sudah gitu nomor urut satu di Yogyakarta, dan tidak terpilih. Itu artinya dia manusia yang tidak punya prestasi," sambung Ruhut.

Syarief Hasan pun tak luput dari serangan Ruhut. Ruhut menyinggung anak Syarief Hasan, Riefan Avrian yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan videotron di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah pada 2013. Lembaga yang notabenenya dipimpin oleh Syarief.

"Sudah gitu, Syarief Hasan. Jangan dikasih banyak ngomong di TV. Gimana anaknya korupsi di koperasi di tempat dia sebagai menteri. Masuk penjara sekarang anaknya, dia kok enggak? Anaknya bisa masuk di koperasi, karena dia anak Menteri,"

Kritikan kepada para elite Demokrat dan sikapnya mendukung Ahok dan Djarot Saiful Hidayat membuat elite Demokrat meradang.

Ketua Fraksi Demokrat di DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) tegaskan, semua kader partai harusnya taat kepada keputusan partai mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Menanggapi imbauan Ibas, Ruhut tak segan menyerang balik ketua-nya di DPR itu. Ruhut menyebut permintaan Ibas agar dirinya mundur dari keanggotaan partai Demokrat bak seorang tukang parkir.

"Aku hanya bilang, di mana negara ini apalagi partai politik mau maju kalau cara berpikir tokohnya seperti tukang parkir. Karena hanya pekerjaan tukang parkir lah yang mengatakan mundur-mundur, kiri-kiri kanan, setop, gopek bang. Iya (Ibas) kayak tukang parkir," kata Ruhut.

Ruhut menyebut, kritikan pedas dari kolega-koleganya itu membuktikan mereka tidak berani memecatnya. Dia juga mengklaim jika Demokrat berani memecatnya, maka dipastikan Ahok akan menang. Sebab, Ruhut mengaku akan ikut serta menjadi juru kampanye Ahok.

"Jadi, kenapa mereka mengatakan demikian, karena mereka enggak berani mecat aku. Karena kalau mereka pecat aku, Ahok bisa kebayang kalau Ahok menang, partainya selesai enggak 2019. Pak SBY saja enggak mau pecat Ruhut. Karena dia tahu Ruhut kader yang enggak ada tandingannya di Demokrat," tegasnya.

Sementara pernyataan Ruhut Sitompul menyebut Ketua DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono seperti tukang parkir dianggap sebagai tantangan terbuka. Ruhut dinilai sengaja melontarkan tantangan agar dipecat dari keanggotaan partai.

Namun, hasil akhir tantangan ini sangat tergantung keberanian Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah SBY berani mengambil tindakan tegas terhadap Ruhut Sitompul.

"Tinggal sekarang Pak SBY berani memecat atau tidak untuk menegakkan garis politik partai," ujar mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Cilacap Partai Demokrat Tri Dianto.

Dia mengakui pernyataan Ruhut Sitompul ke putra bungsu SBY yang biasa disapa Ibas itu termasuk keras. Sasaran pernyataan Ruhut Sitompul ini dianggap tidak seperti biasanya. "Sudah biasa Ruhut menyerang keras kader Demokrat yang lain, tapi bukan Pak SBY atau Ibas. kali ini yang diserang terang-terangan adalah Ibas, anaknya Pak SBY, pemilik partai," ucapnya.

Sementara itu, pernyataan Ruhut memantik munculnya petisi pemecatan Ruhut Sitompul muncul di internal Partai Demokrat. Hal itu dikarenakan sikap Ruhut Sitompul yang menghina sejumlah petinggi partai berlambang bintang mercy itu.

Wakil Ketua Umum Demokrat Roy Suryo menyebutkan Ruhut telah menghina dirinya, Nurhayati Ali Assegaf, Amir Syamsuddin, Syarief Hassan hingga Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas.

"Sudah sangat keterlaluan ini, bahkan di internal WA Group PD sudah beredar 'Petisi Pemecatan Ruhut' yg di amin-i oleh mostly anggota PD," kata Roy.

Menurut Roy, sikap yang ditunjukkan Ruhut sudah sangat keterlaluan. Ruhut telah menyatakan dukungannya kepada pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Sementara, Demokrat yang tergabung dalam Poros Cikeas mengusung Agus Yudhoyono-Sylviana Murni di Pilkada DKI Jakarta. "Memang sudah sangat keterlaluan ini si Ruhut, masyarakat sendiri sudah sangat bisa menilai bagaimana etika-nya," ujar mantan Menpora itu.

Roy menyebutkan Komite Pengawas dan Dewan Kehormatan Demokrat sedang bekerja memproses sanksi terhadap Ruhut.

Ia menuturkan sanksi yang akan diberikan sesuai AD/ART Demokrat serta Pakta Integritas. "Insya Allah sudah akan segera ditentukan sanksinya," katanya. (sin/mer/tic/det/lan)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...