Menelisik Modus Pungutan Sekolah di Gresik (3): Ini Cara Kadispendik untuk Mencegah

Menelisik Modus Pungutan Sekolah di Gresik (3): Ini Cara Kadispendik untuk Mencegah Kepala Dispendik Gresik, Mahin, S.Pd. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

Selain cara di atas, lanjut Mahin, Dispendik juga telah berjuang maksimal untuk memenuhi kebutuhan personal siswa, sehingga tidak ada lagi tarikan. Sebagai bukti, pada APBD tahun 2016, Dispendik mengajukan anggaran sebesar kisaran Rp 29 miliar.

Namun, karena kekuatan keuangan APBD 2016 belum cukup, maka baru dialokasikan sebesar Rp 7 miliar. "Ya Dispendik sudah berusaha untuk mengusulkan anggaran Rp 29 miliar ke Pak Bupati agar bisa dipenuhi kebutuhan personal siswa. Namun, sementara baru Rp 7 miliar yang dikabulkan," terang mantan Kabag Umum Pemkab Gresik ini.

Nah, dari anggaran Rp 7 miliar tersebut baru bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan personal siswa seperti baju batik dan kaos olahraga. Namun, kebutuhan personal siswa lain seperti buku siswa belum bisa dipenuhi. "Kami akan terus berupaya memenuhi kebutuhan personal siswa, sehingga tidak ada tarikan lagi," jelasnya.

Mahin berharap kepada semua komponen masyarakat, terutama DPRD Gresik yang memiliki otoritas pengawasan, terutama soal anggaran agar mendukung langkah Dispendik untuk terus berupaya memperbaiki tata kelola pendidikan di Kabupaten Gresik.

Mahin juga berharap, kritik konstruktif dan masukan dari masyarakat untuk memperbaiki pendidikan di Kabupaten Gresik. "Dispendik sangat welcome atas masukan, kritik dan saran dari masyarakat untuk perbaikan roda pendidikan di Pemkab Gresik," pungkasnya. (m. syuhud almanfaluty)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO