Panitia Lelang Pengadaan Alkes RSUD Sidoarjo Dibidik Kejari

Kabar yang diperolehlelang alat kesehatan kedokteran dan KB yang menggunakan dana APBN 2013 dengan pagu senilai Rp 8,4 miliar, diduga sarat dengan ‘permainan’ antara panitia dengan peserta lelang. Dari banyaknya ‘permainan’ yang dilakukan, akhirnya penawaran hanya turun 0,1 persen dari nilai pagu senilai Rp 8,3 miliar. “Sisanya dibagi ke beberapa orang,” terang salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Siapa saja orang yang mendapat bagian? “Ya seputaran orang yang terlibat dalam lelang. Tidak menutup kemungkinan peserta lelang yang kalah mendapat cipratan rezeki,” jelasnya.

Tengara ‘permainan’ juga bisa dilakukan antara peserta dengan perusahaan yang menyediakan alat yang bertujuan menentukan spesifikasi barang. Perusahaan yang sudah dianggap langganan penyedia alat kesehatan juga diminta dukungan dalam lelang ini. “Makanya peserta lelang yang tidak mendapat dukungan dari pabrik tak akan lolos, karena salah satu syarat adalah dukungan dari perusahaan,” terang sumber tadi.

Kasi Pidus Irwan Setiawan saat ditanya seputar dugaan permainan lelang, tidak mau mengeluarkan pendapat. “Dilihat saja nanti,” ujarnya singkat.

Seperti diketahui, kasus ini mencuat setelah adanya tengara yang cukup mencolok karena pagu Rp 8,4 miliar penawarannya hanya turun 0,1 persen yaitu Rp 8,3 miliar. Dari 15 peserta lelang yang ikut tidak ada yang menyanggah PT Guna Mitra Persada (GMP) selaku pemenang lelang. Laporan yang dilakukan LIN, Senin (2/6) sekitar pukul 12.00 WIB diterima oleh bagian TU, Syukriati SH. Setelah itu, berkas yang dibawa Subandi dievaluasi dan dikirim ke Bagian Pidsus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ditjen Bea Cukai Ditegur Menkeu Terkait Oknum Penjual Pita Rokok':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO