Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan sambutan.
"Dan pemerintah Indonesia memiliki banyak rencana untuk mengembangkan itu," tutur Ainun.
Harold Mitchell AC, selaku Ketua AIC mengungkapkan, kerjasama ini telah berlangsung selama lebih dari dua tahun. “Kita bisa memberdayakan potensi dua negara untuk meningkatkan potensi. Ini adalah kolaborasi terbesar antara kedua negara. Yang paling penting, kita bisa melibatkan peneliti dan lainnya dari beberapa universitas untuk membantu program kita untuk memecahkan problem-problem di dunia,” tutur Harold.
Sedangkan, dalam sesi diskusi panel, topik penelitian dibagi menjadi lima subtema, yaitu infrastruktur, kesehatan, sosial, pengairan, dan joint competitive advantage. Dalam diskusi panel, sejumlah peneliti akan mempresentasikan hasil penelitiannya.
Kegiatan ini merupakan langkah untuk mendiskusikan inovasi-inovasi yang ditawarkan oleh peneliti kedua negara. Selain berdiskusi mengenai inovasi, harapannya pertemuan ini mampu membentuk jejaring dengan pihak industri, dan pemangku kebijakan.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan sesi diskusi. Salah satu pembicara yang hadir adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Dalam presentasinya, Risma menjelaskan tentang inovasi yang ia lakukan selama memimpin, seperti pengurusan akta kelahiran via daring, pendaftaran pasien di rumah sakit, dan penerimaan resep di rumah sakit.
"Saya pernah ke rumah sakit jam setengah enam datang dan yang antri udah 200 meter. Saya bikin aplikasi, jadi masyarakat gak perlu datang pagi dan ngantri di rumah sakit. Lewat sistem itu, dokter juga bisa mengecek medical record pasien," tutur Risma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




