BOJONEGOR, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Panas Flare (AMPE) mendatangi gedung DPRD dan Pemkab Bojonegoro, Kamis siang (18/8).
Massa meminta agar wakil rakyat turut memperjuangkan tuntutan rakyat Mojodelik yang dirugikan akibat kegiatan pembakaran gas suar (flaring) yang dilakukan operator migas Banyu Urip Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
BACA JUGA:
- EMCL Dukung Pelaku UMKM Binaan Ikut Tuban Fair 2025
- Antisipasi Tambang Liar Masuk, Puncak Baswara Rengel Dilakukan Penanaman Besar-besaran
- Masyarakat Bojonegoro Mulai Rasakan Program Gayatri, Tapi KPM Tetap Butuh Pendampingan
- ExxonMobil Cepu Limited Beri Pelatihan Arsitek Bagi Warga Tuban dan Bojonegoro
Di antara tuntutan massa terhadap EMCL yakni harus bertanggung jawab atas panasnya lingkungan di Desa Mojodelik akibat flaring. Sebab, panas tersebut membuat hasil panen menjadi menurun karena banyak tanaman yang mati.
Selain itu, warga meminta EMCL bertanggung jawab atas kebisingan dari suara mesin yang beroperasi.
"Ini aksi kedua kami setelah unjuk rasa pertama kami tidak digubris oleh pihak ExxonMobil. Padahal kami tiap hari sangat resah," ujar Mustofa Korlap unjuk rasa.
Kata dia, massa yang datang dari Mojodelik lebih dari 600 orang. Massa menumpang 20 dump truck dan 8 mobil pikap. Massa datang dan berunjuk rasa di pojok DPRD pada pukul 09.30 WIB. Setelah ditemui oleh Ketua DPRD Mitroatin, massa bergeser ke depan Pendapa Pemkab Bojonegoro, Jalan Mas Tumapel.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




