Menteri ESDM Archandra Tahar. foto: detik.com
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Kabar heboh tentang kewarganegaraan ganda Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar terus menyeruak di grup-grup Whatsapp (WA), termasuk grup WA yang diikuti bangsaonline.com. ”Integritas Menteri ESDM Acandra Tahar patut dipertanyakan,” demikian informasi yang berkembang di grup-grup WA.
”Pengakuan Arcandra sendiri (setelah diconfront), Presiden RI dan beberapa anggota kabinet baru-baru saja menyadari bahwa Arcandra melakukan tindakan melawan hukum dan UU RI sebelum dan sesudah dilantik sebagai Menteri oleh Presiden RI Joko Widodo,” tulis info tersebut.
Menurut info itu, Archandra merupakan WN Amerika Serikat melalui proses naturalisasi pada bulan Maret 2012. Ia jadi warga Negara AS setelah melalui proses Oath of Allegiance atau sumpah setia kepada negara Amerika Serikat.
”Karena Indonesia belum mengakui dwi kewarganegaraan, maka otomatis secara hukum ybs kehilangan status WNI-nya,” lanjut info itu.
”Yang menjadi masalah adalah ketika dia diminta menjadi Menteri ESDM oleh Presiden dan dilantik pada tanggal 27 Juli 2016. Kembalinya ybs ke Indonesia untuk pelantikan menggunakan paspor RI yang secara hukum sudah tidak sah digunakan oleh ybs,” tulis info itu lagi. Padahal, menurut info itu, sebelumnya ia selalu pakai paspor Amerika Serikat.
Kini berita kewarganegaraan ganda Archandra ini semakin jadi viral di media sosial. Detikcom menyebut kabar ini pertama kali beredar melalui pesan Whatsapp yang menyebar sejak Sabtu (13/8) pagi. Dalam pesan berantai itu juga disebutkan pada Februari 2012, Archandra mengurus paspor RI melalui KJRI Houston dengan masa berlaku lima tahun. Artinya, dia memiliki dua kewarganegaraan.
Posisi Archandra dengan dwi kewarganegaraan dan memegang posisi penting Menteri ESDM menjadi pertanyaan.
Tak diketahui siapa yang menyebar pesan ini dan sejauh mana kebenarannya. Pesan berantai yang menjadi pembahasan luas itu isinya juga mempertanyakan integritas Arcandra yang berpaspor AS, kemudian dikaitkan dengan banyaknya perusahaan AS yang berkecimpung di bidang tambang serta beroperasi di Indonesia.
Sebelum menjabat sebagai Menteri ESDM, Archandra memang tinggal di AS dan pernah bekerja di sejumlah perusahaan minyak, termasuk sebagai Presiden di Petroneering Houston di Texas, Amerika Serikat (AS). Petroneering Houston adalah perusahaan yang bergerak di bidang energi dan minyak.
Lalu bagaimana tanggapan Archandra? Saat dikonfirmasi Detikcom, Archandra tersenyum dan tidak menjawab tegas apakah dia memiliki paspor Amerika atau tidak.






