Dirut Petrokimia Gresik Menangis Terisak Saat Beri Wejangan Karyawan

Dirut Petrokimia Gresik Menangis Terisak Saat Beri Wejangan Karyawan Karyawan baru PT PG disemprot air petugas PMK usai dikukuhkan. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

Nugroho mengakui menurunnya laba yang didapatkan perusahaan karena melambannya pertumbuhan ekonomi global (global dan nasional) serta melemahnya nilai tukar rupiah hingga saat ini menjadi hambatan utama yang mengiringi perjalanan PG dalam satu tahun terakhir.

Kondisi tersebut lanjut Nugroho, cukup mempengaruhi operasional perusahaan, mengingat sebagian besar bahan baku PG merupakan impor. "Kami yakin dengan kesatuan tekad, perencanaan yang matang, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik, kita mampu menutup tahun 2015 dengan capaian kinerja yang cukup baik," jelasnya.

Nugroho menyatakan, capaian kinerja perusahaan dalam satu tahun terakhir membuahkan hasil yang menggembirakan dengan serangkaian penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Kondisi ini membutuhkan kemampuan adaptasi yang tinggi dan ketangkasan PG terhadap kondisi perekonomian global. 

"Di tengah perlambatan ekonomi, kami memilih untuk memperkuat struktur usaha agar tercipta keberlanjutan dalam jangka panjang," terangnya.

PG tambah, Nugroho, saat ini tengah menguatkan struktur usaha. Di antaranya, proyek Amoniak-Urea II, untuk meningkatkan kapasitas produksi amoniak (bahan baku pupuk urea) dan pupuk urea memenuhi kebutuhan nasional.

Proyek uprating IPA Gunungsari untuk menjamin ketersediaan air industri secara jangka panjang seiiring bertambahnya unit-unit produksi.

Penambahan pelabuhan dan pergudangan untuk menunjang kegiatan operasional di dermaga (kegiatan bongkar-muat sangat tinggi, kebutuhan volume gudang juga meningkat).

Kemudian, proyek reklamasi tahap II dan IV, untuk mengamankan ketersediaan lahan bagi pengembangan perusahaan di masa yang akan datang. "Penguatan struktur usaha merupakan salah satu upaya kami untuk mengantisipasi serta meningkatkan kepercayaan dari dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian global," katanya.

PG kata Nugroho, juga telah menyalurkan CSR (Corporate Social Responsibility) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). PKBL itu meliputi bantuan bencana alam, pendidikan dan pelatihan, sarana dan prasarana umum, sarana ibadah, kesehatan masyarakat, pelestarian alam dan bantuan sosial kemasyarakatan dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Untuk PKBL pada tahun 2015 mencapai Rp 67,92 miliar. Angka ini meningkat jika dibandingkan tahun 2014 yang mencapai Rp 64,57 miliar atau meningkat 5,1 persen. "Kami berharap dan memohon bantuan agar program-program PG berjalan sukses, karena semua untuk kepentingan masyarakat," pungkasnya. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO