Rabu, 24 Juli 2019 08:26

SQ Berjubel bersama Warga, Ikuti Malem Selawe di Giri

Kamis, 30 Juni 2016 11:49 WIB
Editor: choirul
Wartawan: syuhud almanfaluti
SQ Berjubel bersama Warga, Ikuti Malem Selawe di Giri
Bupati - Wabup, Sambari-Qosim bersama pejabat Forkopimda saat ziarah di makam Sunan Giri saat malam selawe. foto: syuhud/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Tradisi Malem Selawe atau malam ke-25 di bulan Ramadan merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Gresik. Tradisi tersebut telah berjalan turun temurun sejak masa dakwah Sunan Giri ratusan tahun silam.

Tradisi malem selawe kini dijadikan sebagai ajang peningkatan ketaqwaan melalui ziarah ke makam Sunan Giri yang letaknya di Desa Giri Kecamatan Kebomas.

Hal ini yang dilakukan oleh Bupati-Wabup Gresik, Sambari Halim Radianto - Moh. Qosim yang berziarah ke makam waliyullah Sunan Giri atau Raden Paku saat malem selawe, Rabu (29/6), malam. Juga ikut dalam kegiatan tersebut para pejabat Forkopimda.

Mereka dengan khusyu’ membacakan tahlil yang dipimpin oleh kiai setempat. Masyarakat dari dalam maupun luar Gresik juga turut tumplek blek di sana hingga area makam Sunan Giri penuh sesak.

Usai ziarah, Bupati-Wabup mengunjungi deretan stan yang berjejer di halaman parkir Sunan Giri sebagai puncak perayaan ‘Giri Expo 2016’ yang diadakan selama 3 hari.

Bupati mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Gresik yang selalu berupaya mempertahankan budaya kearifan lokal yang sampai saat ini tetap bertahan dan selalu ramai setiap tahunnya.

“Terima kasih masyarakat Gresik, karena telah mempertahankan tradisi malem selawe yang turun temurun hingga saat ini. Dan tradisi ini merupakan kearifan lokal yang harus dipertahankan dan dilestarikan, mengingat Gresik adalah kota wali dan kota santri,” katanya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk menciptakan suasana aman dan penuh kebersamaan, supaya situasi yang aman dapat tercipta sesuai dengan harapan seperti tahun sebelumnya.

Senada dikatakan Wabup. Dia menyerukan kepada masyarakat untuk selalu mengingat perjuangan waliyullah dimasa lampau. Menurut dia, semua tradisi yang diciptakan oleh pendahulu, merupakan tradisi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, mengingat saat ini sudah masuk era modernisasi yang menuntut seseorang untuk beradaptasi di dalamnya.

“Jangan lupakan tradisi-tradisi pendahulu kita, karena itu juga merupakan sarana dakwah yang sangat bermanfaat bagi kita semua,” ujar Wabup.

Pada kesempatan itu, Bupati-Wabup juga menyempatkan diri bersholawat bersama masyarakat yang diiringi oleh Grup Sholawat Al-Mujahiddin dan terlihat memberikan bingkisan untuk masyarakat yang beruntung melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mereka berdua. (hud)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...