Buruh Jamu Nyonya Meneer menggelar salat Dzuhur di badan Jalan Raden Patah, Semarang. Hingga siang tadi mereka masih menggelar demo dengan mendirikan tenda di depan pabrik mereka bekerja.
SEMARANG, BANGSAONLINE.com - Ratusan karyawan Nyonya Meneer kembali berunjuk rasa menuntut perusahaan membayar tunggakan gaji selama empat bulan. Aksi kali ini cukup nekat, mereka memblokade Jalan Raden Patah, tepatnya di depan kantor perusahaan jamu tersebut.
Akibat pemblokadean itu, arus kendaraan dialihkan ke jalan perkampungan yakni Jalan Mlatiharjo Raya Kota Semarang. Dalam aksi tersebut, peserta demo menutup jalan sejak pukul 10.00 WIB. Bahkan saat masuk salat zuhur, ratusan karyawan belum membubarkan diri, malah menggelar salat berjamaah dan berdoa bersama di tengah jalan.
BACA JUGA:
- PLN mobile Proliga 2025: Laga di Semarang Tentukan Juara Putaran Kedua Final Four
- Warga Semarang Rasakan Manfaat Program Konsolidasi Tanah dari Kementerian ATR/BPN
- Kedudukan Pers Sangat Tinggi dalam Undang-Undang, Wartawan Harus jaga Marwah Pers
- Menteri AHY Serahkan Sertifikat Tanah Elektronik kepada Warga di Semarang
“Aksi ini merupakan aksi sama yang telah kami lakukan beberapa waktu lalu, yakni menuntut hak berupa gaji yang belum dibayarkan selama 14 minggu sekaligus aksi menuntut tunjangan hari raya (THR) dari perusahaan,” ungkap koordinator aksi, Kurniawan Dwi Prasetyo.
Sebenarnya aksi yang dilakukan kemarin ingin bertemu dengan manajemen perusahaan untuk bernegosiasi. Namun karena tidak ada iktikad baik dari perusahaan dan melarang karyawan masuk ke pabrik, peserta kemudian memblokade jalan.
“Aksi blokir jalan ini sebenarnya bukanlah keinginan kami, namun karena kami sudah lelah dibohongi, lelah diberikan janji-janji palsu, makanya kami dengan sangat terpaksa melakukan aksi blokir jalan ini,” paparnya.
Mereka berharap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo turun tangan dengan mempertemukan pimpinan perusahaan dan karyawan. Pertemuan itu diharapkan mampu menghasilkan keputusan kapan perusahaan akan membayar tunggakan gaji sekaligus membayar THR yang sudah lama dinantikan.
“Namun, hingga kini belum ada kabar. Saat kami menggelar demo di depan kantor Gubernuran, Disnakertrans mengaku akan memanggil Direktur Utama PT Nyonya Meneer, Charles Saerang hari ini, tapi hingga kini juga tidak ada kabar. Kami juga dijanjikan akan bertemu dengan Gubernur, tapi juga tidak ada kabar, aksi ini bentuk kelelahan kami menunggu janji palsu,” ucap Kurniawan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




