JEMBER, BANGSAONLINE.com - Aksi unjuk rasa penolakan rencana perizinan tambang di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember berujung bentrok, Senin (23/5). Puluhan mahasiswa yang sebelumnya berorasi di depan Kantor Pemkab Jember, berlari menjauh dari aparat kepolisian dan Satpol PP. Beberapa di antaranya, menjadi korban pemukulan aparat keamanan.
Kericuhan bermula ketika mahasiswa yang tergabung ke dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jember, meminta ketegasan Bupati Jember dr Faida, atas informasi izin tambang emas di Kecamatan Silo. Pasalnya, perizinan tambang emas yang akan dilakukan PT Aneka Tambang (Antam) di Desa Pace, Kecamatan Silo itu tinggal menunggu persetujuan Bupati.
Mahasiswa yang tak kunjung ditemui bupati, memaksa agar ada pihak yang berkompeten menjawab tuntutan mahasiswa.
"Kemudian kami diminta untuk mengirimkan perwakilan mahasiswa untuk bertemu Sekretaris Kabupaten (Sekkab) yang mewakili bupati, di ruangannya," kata Abdurrashodiq, salah seorang mahasiswa.
Namun, mahasiswa menolak dan meminta agar perwakilan bupati keluar dari ruangan dan menemui mahasiswa yang terjemur terik matahari itu. Tak ada titik temu, aksi saling dorong pintu gerbang pun terjadi. Hasilnya, pintu gerbang Kantor Pemkab Jember roboh.
Satpol PP dan polisi pun kemudian mengejar beberapa mahasiswa yang dianggap provokator. Beberapa mahasiswa juga terlihat menerima pukulan dari Satpol PP dan polisi. Suasana panas mereda ketika mahasiswa memutuskan mundur. Sedangkan pasukan keamanan juga ditarik masuk ke dalam kantor Pemkab Jember.
Korlap aksi, Abdul Hamid menyebut, sikap bupati yang dinilai tak tegas itu, nampak dari absen keempat kalinya pada acara rapat dengan Pansus pertambangan DPRD Jawa Timur sejak dua bulan lalu. "Padahal, dengan hadirnya bupati dalam rapat tersebut, bisa menjadi wadah penyaluran aspirasi masyarakat yang menolak tambang Silo," kata Hamid.
Selain itu, saat Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan izin pertambangan emas di Silo tinggal selangkah lagi, bupati juga belum memberikan pernyataan tegas akan penolakan tambang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




