Selasa, 15 Juni 2021 05:03

Poster Palu Arit Bertebaran di Palembang, Polisi Minta Warga Tak Terprovokasi

Rabu, 11 Mei 2016 23:29 WIB
Poster Palu Arit Bertebaran di Palembang, Polisi Minta Warga Tak Terprovokasi
Empat pria beserta kaos bergambar palu arit yang diamankan.

PALEMBANG, BANGSAONLINE.com - Isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) kian kencang. Setelah di beberapa daerah di Indonesia aparat keamanan banyak mengamankan masyarakat yang mengenakan logo atau gambar palu arit, -simbol PKI-, giliran warga Palembang digemparkan dengan penemuan stiker bergambar palu arit di sejumlah titik. Kasus ini tengah ditangani Kodam II Sriwijaya untuk mengungkap pelakunya.

Stiker pertama ditemukan warga menempel di tiang listrik di Jalan Sapta Marga, RT 040, RW 008, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Rabu (11/5) pagi. Di lokasi itu, setidaknya terdapat tiga poster bergambar palu arit dengan tulisan 'Rakyat Bersatu'.

Setelah mendapatkan laporan, anggota TNI menelusuri sejumlah tempat lain. Hasilnya, anggota menemukan beberapa gambar serupa yang tertempel di pagar seng tanah kosong di Jalan Musi Raya Timur, RT 051, RW 09, Kelurahan Lebong Gajah, Sematang Borang, Palembang.

Kapendam II Sriwijaya Kolonel Arh Saeful Mukti Ginanjar membenarkan penemuan poster bergambar palu arit itu. Pihaknya kini tengah menyelidiki temuan untuk mencari pelakunya.

BACA JUGA : 

Bisnis Pembuatan Bantal Leher Tembus Palembang, Meski Omzet Turun karena Covid-19

​Disambut Hangat Gubernur Sumsel, Kiai Asep Berharap Palembang Jadi Pusat Pendidikan Nasional

Kini Miliki 110 Madrasah, ​Semua Pendiri Pesantren Milik Dahlan Iskan Dibunuh PKI

​Kanang: Trauma PKI Jangan Dipakai Mendiskreditkan Orang atau Golongan

"Benar, ada beberapa gambar palu arit yang ditemukan di Palembang. Kapan ditempel dan siapa pelakunya masih kita selidiki, perkiraan baru sehari dua hari ini ditempel," ungkap Saeful, Rabu (11/5).

Atas temuan itu, pihaknya menduga sudah ada jaringan kelompok radikalisme di Palembang. Menurut dia, hal ini perlu diwaspadai semua pihak termasuk masyarakat.

"Kami lacak dan lakukan pemetaan, memang sudah instruksi atas. TNI, polri, dan pemerintah termasuk masyarakat harus waspada," tukasnya.

Sementara di Maluku, Polres Ternate, Maluku Utara mengamankan empat pria yang menggunakan kaos bergambar palu dan arit yang bertuliskan Pecinta Kopi Indonesia (PKI). Kapolda Maluku Utara (Malut), Brigjen Pol Zulkarnain mengatakan, kaos tersebut dibeli Adlun Fikri di Jogja Tshirt Toko melalui media sosial (online) di tahun 2015.

"Polres Ternate, Polda Malut pada hari ini Rabu, 11 Mei 2016 telah menerima penyerahan dari Intel Kodim Ternate empat orang yang terindikasi menggunakan kaos yang bergambar atau ada tanda-tanda Partai Komunis Indonesi (PKI) dan lambang palu dan arit," kata Zulkarnain, Rabu (11/5).

Zulkarnain menyebut keempat orang tersebut adalah, MYA, MRD, AF, dan SS. Empat orang itu berstatus sebagai mahasiswa di Universitas UMMU dan Unkhair. Lanjutnya selain mengamankan empat kaos, polisi juga mengamankan enam buku.

"Judul buku, kekerasan budaya pasca 1965 pengarang Wijaya Herlambang, orang-orang di persimpangan kiri jalan pengarang Prof DR Ahmad Safii Ma'arif, LAKAR DAN GEGER 1965 pengarang Dadang Kusuma dan buku Nalar yang Memberontak Filsafat Marxisme dan Sains Modern pengarang Alan W Oods dan Ted Grant," jelasnya.

Sementara di Solo, Pemkot Solo secara tegas menyatakan bakal tangkap orang yang memakai atribut palu arit. Saat ini, Pemkot Solo terus mewaspadai isu beredarnya atribut bergambar palu arit. Namun hingga saat ini, belum ditemukan gambar lambang komunis tersebut di Kota Bengawan.

"Kami telah berkoordinasi dengan jajaran TNI terkait beredarnya isu akan adanya pembagian 102 ribu kaos bergambar palu arit melalui media sosial (medsos). Hasil penyelidikan di lapangan tidak ada pembagian kaos, itu berita bohong yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Kepala Kantor Kesbangpol Solo Suharso, Rabu (11/5).

Ia bahkan menduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memperkeruh suasana dan menimbulkan keresahan. Kendati demikian, Suharso menyatakan akan tetap menangkap pelaku apabila ada yang memakai atribut bergambar palu arit.

"Sesuai instruksi atasan maupun jajaran samping, kami akan menangkap pelaku apabila ada yang memakai atribut bergambar palu arit," tandasnya.

Menyikapi maraknya simbol PKI yang banyak ditemukan di masyarakat, terutama gambar palu arit yang banyak tertera di kaos, Mabes Polri terus melakukan penyelidikan. Polisi meminta agar masyarakat tak terprovokasi.

"Isu-isu ini sudah banyak di sosial media. Jadi siapa yang pertama kali mengedarkan, kita tidak lihat ke arah situ. Tapi Kita lihat fenomena yang berkembang. Jadi bagaimana mereka yang mengetahui menerima kita harap jangan terprovokasi dengan hal itu," ujar Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar.

Menurut Boy, barang siapa menyebarluaskan paham yang berkaitan dengan komunisme, marxisme di Indonesia bakal ditindak sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku yakni tertuang dalam UU No. 27 Tahun 1999.

"Mereka yang menyebarluaskan paham-paham yang berkaitan dengan komunisme, marxisme di negara kita, itu ada aturan hukumnya yang mengikat pelarangan. Untuk itu UU No. 27 tahun 1999 sudah diatur. Jadi agar semua pihak menyadari masyarakat Indonesia akan larangan yang sudah diatur dalam UU kita," tegasnya.

Untuk itu, lanjut Boy, pihaknya sudah melakukan pengamanan terkait isu tersebut. "Perumusannya kita merujuk pada Undang-Undang saja. Itu hanya ke internal saja. Ini kan lama tidak muncul terus sekarang muncul berarti teman-teman kita di daerah itu harus diingatkan aturan-aturan hukum dan apa yang harus dilakukan agar sesuai dengan aturan hukum. Ini biasanya sebagai pedoman internal kita," tutupnya. (mer/tic/det/yah/lan)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Membentak dan memarahi ternyata tak selalu jelek. Kadang justru bisa mengubah sejarah. Atau mencipta sejarah.Inilah yang terjadi antara Chairul Saleh dan Mochtar Kusumaatmadja. Saat perjuangan kemerdekaan RI. Ta...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...