Militer Filipina mengerahkan pasukan untuk melakukan operasi ke sarang-sarang kelompok Abu Sayyaf.
Sebelumnya tentara Filipina telah mengamankan lokasi pelatihan pasukan Abu Sayyaf di Sitio Bayoko, Desa Baguindan, dan Desa Amaloy di kota Ungkaya Pukan.
Namun, tentara mengaku masih terus mengejar sisa Abu Sayyaf untuk menemukan dua tokoh pimpinan Isnilon Hapilon dan Furuji Indama. Apalagi, Furuji Indama diabarkan dalam kondisi kritis.
“Kami terus berusaha untuk membatasi ruang gerak mereka. Kami percaya kelompok itu saat ini tidak bisa bergrak bebas karena korban-korban yang dibawa,” ungkapnya.
Upaya pemerintah Filipina untuk mengatasi Abu Sayyaf setelah mendapat sorotan internasional tampaknya memang siginifikan. Menurut lansiran situs berita Inquirer, pemerintah pun segera mengganti pasukan penanganan terorisme.
Calon pemimpin Resimen Cepat Tanggap (pasukan anti terorisme Filipina, Red) disebutkan Kolonel Alexander Macario.
Sosok baru itu bakal menggantikan pejabat lama yakni Kolonel Danilo Pamonag 26 April nanti.
“Dia adalah pejabat militer yang matang dengan pengalam memimpin tentara di lapangan. Dilengkapi dengan kualitas yang hebat, dia terus berkembang dan diprediksi bakal menjalani karir yang terus tumbuh,” ujar juru bicara Militer Filipina Arnulfo Burgos.
Meski sudah menguasai tiga markas militan Abu Sayyaf, hingga saat ini nasib 14 WNI yang disandera belum jelas. Bahkan, tentara Flipinan tidak tahu keberadaan sandera tersebut. Juga belum diketahui apakah seluruh sandera masih hidup atau sudah dieksekusi. (pjk/det/yah/lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




