Imam Suhudi, Kepala Bidang Perumahan dan Prasarana Permukiman, Dinas PU Perkimsih Trenggalek. foto: herman/ BANGSAONLINE
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Rencana pembangunan infrastruktur oleh Pemkab Trenggalek berupa Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di kawasan wisata pantai Prigi kecamatan watulimo Trenggalek, mendapat tanggapan positif dari Kepala Bidang Perumahan dan Prasarana Permukiman, Dinas PU Perumahan Permukiman dan Kebersihan (Perkimsih) Trenggalek, Imam Suhudi ST, MT.
"Pada prinsipnya saya sepakat dengan rencana pembangunan rusunawa di kawasan pantai Prigi tersebut. Namun demikian harus dilakukan kajian lebih mendalam lagi agar tidak muncul persoalan di kemudian hari," kata Imam di ruang kerjanya (18/3).
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Apresiasi Pramuka Jatim atas Program Bedah Rumah dan Nandur Mangrove
- Komisi IV DPRD Trenggalek: PPG Prajab dapat Prioritas Rekrutmen Guru di 2026
- Sekretariat DPRD Trenggalek Gelar MCU Bagi Seluruh Anggota Dewan
- Tingkatkan PAD, Komisi IV DPRD Kabupaten Usul Event Alun-Alun Trenggalek Digeser ke GOR Gajah Putih
Menurut Imam Suhudi, yang dimaksud kajian lebih mendalam yakni harus dipikirkan berbagai dampak yang nantinya muncul daripada pembangunan rusunawa itu. Semisal kata Imam, dampak berupa amdal, penempatan hasil ikan serta penempatan peralatan para nelayan.
"Jangan sampai nanti setelah dibangun rusunawa, penempatan peralatan milik nelayan di taruh di sembarang tempat, begitupun dengan hasil ikan serta instalasi pembuangan air limbah yang pada akhirnya justru menambah kesan kumuh," cetusnya.
Masih menurut Imam, kawasan wisata pantai Prigi sebagai kota baru harus dipetakan. "Mana itu tempat kawasan wisata, perumahan nelayan dan semuanya harus tertata dengan jelas," tegasnya.
Lebih lanjut, Imam menuturkan perencanaan pembangunan rusunawa ini dianggarkan dari APBN dan ia pun belum mengetahui secara pasti berapa nantinya anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah pusat pada kabupaten Trenggalek.
Imam menambahkan bahwa perencanaan pembangunan rusunawa ini melibatkan lintas dinas. Untuk itu, ia sangat berharap sebelum pembangunan rusunawa tersebut direalisasikan, hendaknya juga harus diketahui siapa calon penghuni rusunawa itu.
"Apakah nantinya dikhususkan bagi nelayan atau siapa dan data ini harus diketahui sejak dini mumpung masih ada kesempatan satu tahun untuk membahas soal ini," terangnya. (man/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




