Petugas penyuluh sedang melakukan pendampingan. (foto: rri)
Menurut Bambang, sebagai langkah kongkret yang dilakukan untuk menutupi kekurangan itu, pada tahun 2015 pihaknya telah melibatkan sejumlah warga untuk menjadi tenaga penguluh.
Hanya saja warga yang ditunjukn itu sifatnya bukan paksaan, karena statusnya masih suka relawan. Artinya meskipun diakui sebagai tenaga penguluh, namun mereka tidak dibayar oleh pemeritnah daerah.
”Itu kami lakukan untuk memenuhi target swasembada pangan di tahun 2017 mendatang,” jelasnya.
Kendati demikin, meskipun peran tenaga penyuluh tidak maksimal, pihakya menghimbau masyarakat saat melakukan budi daya tanaman holti kultura agar memilih bibit yang berkualitas. Sehingga tidak mudah mati saat musim penghujan dan juga saat musim kemarau.
”Itu salah satu kunci agar kekurangan swasembada terpenuhi. Selain itu untuk mengantisipasi agar tidak gagal panen,” tegasnya. (jiy/fay)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




