Mayat korban saat hendak dibawa ke RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep. foto: rahmatullah/ BANGSAONLINE
SUMENEP, BANGSAONLINE.com – Warga Kabupaten Sumenep digegerkan penemuan mayat di dalam kamar mandi di hotel Wijaya II, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Jum’at (19/2) pagi. Mayat dengan identitas Ahmad Dasuki Nur (60), warga pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, ditemukan dalam kondisi tengkurap oleh salah satu penghuni hotel yang kebetulan hendak menggunakan kamar mandi.
Mengetahui ada mayat di kamar mandi, penghuni hotel langsung melapor ke pihak hotel. Pihak hotel sendiri juga langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke pihak Mapolsek setempat. Mapolsek Kota yang menerjunkan sejumlah aparat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mayat dibawa ke rumah sakit daerah untuk dilakukan otopsi.
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
Petugas hotel, Suparman, membenarkan bahwa mayat ditemukan di kamar mandi oleh tamu hotel yang hendak mandi. Katanya, pria yang sudah ditemukan dalam keadaan terbujur kaku itu sudah berada di hotel sejak satu hari sebelumnya lalu bersama keluarganya
“Hanya saja saat kejadian, keluarganya tidak ada di tempat karena tengah bersama anaknya di rumah kosnya,” paparnya.
Sementara itu, istri korban tampak syok dengan menangis histeris mengetahui suaminya telah tidak bernyawa lagi. Keluarga korban berencana akan segera membawa pulang jenazah untuk dikebumikan.
Berdasarkan hasil olah TKP, korban meregang nyawa bukan karena ada tindakan kekerasan. Sebab, petugas tidak menemukan bekas benda keras maupun penganiayaan lainnya. Hanya saja terdapat bekas luka di kepala diduga karena benturan ke tembok.
“Kesimpulan sementara, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban,” ungkap dokter polisi Polres Sumenep, Hasan Basri.
Menurutnya, korban meninggal karena menderita penyakit komplikasi. Hal itu berdasarkan keterangan keluarga korban yang menyatakan bahwa korban menderita tekanan darah tinggi, bahkan paru-paru korban pernah disedot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




