Selasa, 15 Oktober 2019 09:31

Berantas DBD, Dinkes Kota Mojokerto Dibantu Warga

Rabu, 13 Januari 2016 22:09 WIB
Berantas DBD, Dinkes Kota Mojokerto Dibantu Warga
Pernyataan kerjasama Dinkes dan para aktivis kesehatan. foto: yudi eko purnomo/ BANGSAONLINE

KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi penyebaran nyamuk Aedes Aegepty yang mewabah di sejumlah daerah di Tanah Air, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto bersama elemen masyarakat berjibaku memerangi biang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebuah kelompok masyarakat yang bernaung di bawah Forum Masyarakat Peduli Puskesmas (FMPP), menyatakan kesiapannya menghadapi penyakit yang menjadi fenomena ini.

"Kami bersama para relawan FMPP akan mengantisipasi terhadap kemungkinan menjangkitnya penyebaran penyakit, salah satunya DBD. Caranya kami bersama Dinkes akan ikut PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) secara berkala," papar ketua FMPP, Hamidah, usai meneken Kontrak Layanan Kesehatan, Rabu (13/1).

Antivis perempuan ini mengungkapkan keprihatinannya atas mewabahnya DBD di sejumlah daerah di Tanah Air. "Terus terang kami prihatin dengan kejadian ini, sehingga kami membentuk tim kesehatan yang turut bertugas di Puskesmas. Meski kasus DBD nihil kami akan berperan aktif dalam menjaga penyebaran DBD melalui kegiatan sosialisasi di masyarakat," katanya.

Kata ia, pihaknya juga turut andil dalam beberapa kegiatan di Puskesmas. Seperti, peningkatan kualitas pelayanan di Puskesmas. Pembagian tugas akan data DBD di masyarakat, dan validasi data ibu hamil.

Sementara itu, Kadinkes Kota Mojokerto Christina Indah Wahyu mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan pokmas. "Kami mengapresiasi dukungan masyarakat atas pencegahan DBD dan peran serta dalam pelayanan kesehatan. Kerjasama di 5 puskemas yang ada akan sangat berarti," paparnya.

Ia mengungkapkan meski daerah lain tengah berperang melawan DBD angka penyakit ini nihil di Kota Mojokerto. "Sampai Januari ini nihil. Kemarin ada dua tapi hanya gejala Demam Dengue dan mereka sudah pulang. Bahkan salah satunya bukan warga kita tapi warga Sambiroto," terangnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk ini lintas daerah pihak Dinkes tetap mengandalkan PSN yang rutin digelar tiap Jumat. Ia mengklaim langkah ini jauh lebih efektif dibanding dengan fogging yang bisa menyebabkan nyamuk jadi kebal. (yep/ros) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...