Sabtu, 19 Oktober 2019 12:40

PTPN X Produksi Listrik 50 Mw dari Ampas Tebu

Rabu, 06 Januari 2016 11:57 WIB
Editor: abdurrahman ubaidah
PTPN X Produksi Listrik 50 Mw dari Ampas Tebu
Ampas tebu bisa hasilkan listrik.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Upaya PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X dalam menghasilkan produk turunan tebu non gula kini terus diupayakan. Jika sebelumnya sudah diproduksi bio ethanol dari sisa ampas tebu, kini diupayakan lagi diversifikasi produksi untuk menghasilkan listrik (co-generation) mencapai 50 Megawatt (MW).

“Potensi cogeneration di PTPN X ini ada 50 megawatt (MW) dengan rincian 20 MW di PG Ngadiredjo, 10 MW di PG Tjoekir, dan 20 MW di PG Gempolkrep. Untuk proyek co-generation ini dibutuhkan kelebihan ampas sekitar 280 ribu ton per tahun," kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan PTPN X, Moch Sulton, Rabu (6/1).

Ia menjelaskan agar didapatkan kelebihan ampas sebesar 280 ribu ton per tahun, maka PTPN X membutuhkan varietas yang memiliki karakteristik dasar, yakni yang memiliki sukrosa atau rendemen tinggi, tepatnya di atas 12 persen. “Varietas tersebut juga harus memiliki kadar sabut tinggi, yaitu di atas 12 persen," ungkapnya.

Menurutnya, varietas tersebut juga harus tahan terhadap berbagai hama dan penyakit. Selama ini, di Indonesia varietas seperti itu belum ditemukan. Untuk itu, pihaknya mengunjungi beberapa negara yang industri gulanya terintegrasi dengan bioetanol dan cogeneration dengan tujuan melihat varietasnya.

Sebelumnya, Dirut PTPN X, Subiyono sempat menjelakan telah menyiapkan dana investasi untuk diversifikasi usaha non gula tersebut. Investasi pembangunan proyek co-generation berkapasitas 50 MW itu sebesar Rp 296 milar.

“Dengan kapasitas itu, tiga unit co-generation bisa menghasilkan 360 GWH dan 300 hari. Jika harga listrik biomassa seperti ditetapkan pemerintah dipenuhi, yaitu Rp 1.150 per KWH, maka potensi pendapatannya bisa mencapai Rp 414 miliar,” ujar Subiyono.

Sayang, menurut Subiyono, selama ini ampas tebu kurang dioptimalkan dan hanya dijual murah buat pakan ternak dan pellet untuk bahan bakar. Padahal, jika dioptimalkan untuk co-generation, nilai tambahnya jauh lebih besar.

“Kami punya potensi kelebihan ampas tebu 280 ribu ton per tahun yang bisa jadi bahan bakar pembangkit. Ini harus dimulai meski banyak yang pesimistis. Di Brasil, pabrik gula sudah mempunyai co-generation berkapasitas lebih dari 3.000 MW, di India lebih dari 2.000 MW,” ujarya.

Dengan pemanfaatan produk tebu non-gula seperti listrik tersebut, kata dia, bisa meningkatkan pendapatan petani. “Pabrik gula tidak hanya mengandalkan penjualan gula, sehingga berani memberikan nilai bagi hasil lebih besar kepada petani tebu," harap Subiyono.

Selama ini, diakui Subiyono, bagi hasil gula adalah 66 persen buat petani, dan 34 persen bagi pabrik. Jika diversifikasi produk bisa dilakukan, maka bagi hasil bisa menjadi 70 persen untuk petani, dan 30 persen untuk pabrik.

“Kami menghitung, selisih bagi hasil itu bisa mencapai Rp 45 miliar yang bisa dibagikan ke petani. Itu khusus untuk tiga unit PG yang kami sentuh dengan investasi bioetanol dan listrik, yaitu PG Ngadiredjo, Tjoekir dan PG Gempolkrep,” tukasnya.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...