Luar Biasa! Santri MBI Amanatul Ummah Diterima di 17 Kampus Top Dunia di Berbagai Negara

Luar Biasa! Santri MBI Amanatul Ummah Diterima di 17  Kampus Top Dunia di Berbagai Negara Para santri Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang diwisuda dalam acara Haflah Akhirussanah ke-18 di Student Centre Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Sabtu (13/6/2026). Foto: M Mas'ud Adnan/bangsaonline

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com- (MBI) Pondok Pesantren Amanatul Ummah kembali mencatat prestasi Istimewa. Ratusan siswa-siswi madrasah yang dipimpin Dr Muhammad Ilyas () itu tidak hanya diterima di Perguruan Tinggi Negeri () tapi juga di kampus-kampus top luar negeri di berbagai negara.

Hebatnya, banyak sekali santri MBI yang diterima di berbagai kampus sekaligus. Zilvia Rizqotul Awwalin, misalnya, diterima di 17 kampus berbagai negara seperti Amerika Serikat, Australia, China, Rusia dan lainnya (untuk nama-nama santri dan kampusnya di luar negeri bisa dibaca di bagian akhir berita ini).

Prestasi akademik internasional para santri MBI Amanatul Ummah itu diekspose dalam acara Haflah Akhirussanah ke-18 MBI di Student Centre Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Sabtu (13/6/2026). Acara itu dihadiri langsung Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto.

Juga hadir Dr Muhamamd Al Baraa (Gus Bara), Ketua Yayasan Amanatul Ummah yang juga Bupati Mojokerto dan Dr Muhammad Ilyas, Koordinator . Dua-duanya putra pasangan Kiai Asep Saifuddin Chalim dan Nyai Hj Fadhilah.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA,saat menyampaikan sambutan acara Haflah Akhirussanah ke-18 MBI di Student Centre Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Sabtu (13/6/2026). Foto: MMA/bangsaonline

Menurut Kiai Asep, Amanatul Ummah adalah lembaga pendidikan terbaik di Indonesia. Ini dibuktikan dengan prestasi akademik dari tahun ke tahun yang terus menjuarai penerimaan santri Amaantul Ummah di perguruan tinggi negeri dan luar negeri.

Kiai miliarder tapi dermawan itu mengungkap prestasi Amanatul Ummah pada tahun 2026 ini. Menurut Kiai Asep, siswa-siswi MBI Amanatul Ummah terbanyak diterima di perguruan tinggi dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Sehingga mengalahkan SMA Negeri, SMA Kristen, SMA Katolik dan SMA Muhammadiyah.

“Kalau dijumlah total santri Amanatul Ummah diterima di lewat SNBP sebanyak 275 santri. MBI saja 109 anak yang diterima di perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia. Ini belum santri yang diterima di kampus-,” ujar Kiai Asep yang merupakan putra pahlawan nasional dan pendiri NU KH Abdul Chalim.

Ribuan santri dan wali santri yang memenuhi lapangan Student Centre Amanatul Ummah langsung gemuruh bertepuk tangan.

Begitu juga santri Amanatul Ummah yang diterima lewat Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berbasis Tulis (UTBK-SNBT).

“Sebanyak 318 santri Amanatul Ummah diterima lewat UTBK-SNBT,” ujar Kiai Asep.

“Dari MBI saja 127 santri yang diterima di ,” tambah Kiai Asep sembari minta para wali santri membaca koran HARIAN BANGSA yang memuat lengkap berita tentang jumlah santri Amanatul Ummah diterima di perguruan tinggi negeri lewat SNBP dan UTBK-SNBT.

Gus Baraa memberikan cindera mata kepada santri berprestasi acara Haflah Akhirussanah ke-18 MBI di Student Centre Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Sabtu (13/6/2026). Foto: MMA/bangsaonline

Para santri MBI itu diterima di 31 perguruan tinggi negeri, antara lain UI, ITS, Unair, UGM, ITB, UB, UIN, IPB dan perguruan tinggi negeri lainnya.

Kiai Asep juga minta agar santri MBI rajin membaca. Kiai Asep mendorong para santri MBI -termasuk para wali santri – membaca buku Ahlussunnah Waljamaah karangan Kiai Asep. Selain itu, pinta Kiai Asep, para santri dan wali santri membaca buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan.

“Buku ini ditulis Pak Mas’ud Adnan. Penulisnya hadir di sini,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu. “Buku ini untuk menyemangati kalian karena buku ini menceritakan saya. Saya keluar dari SMA kelas II karena abah saya meninggal. Kemudian saya masuk pesantren karena tak bayar,” kata Kiai Asep.

Kiai Asep juga menyarankan para santri MBI dan wali santri membaca buku Kiblat Dunia Islam dan Peradaban Dunia yang juga ditulis M. Mas’ud Adnan.

“Dalam buku ini berisi tentang cita-cita pendidikan kita,” ujar Kiai Asep.

Ia minta para santri MBI terus meraih prestasi dan pendidikan setinggi-tingginya sampai doktor.

“Di tangan kalian cita-cita luhur kemerdekaan Indonesia bisa tercapai,” tegas Kiai Asep yang juga bercerita panjang lebar tentang perjuangan kiai dan santri dalam perang kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dr Muhammad Ilyas didampingi isterinya mengalungkan samir atau tanda kelulusan kepada para santri MBI dalam acara Haflah Akhirussanah ke-18 MBI di Student Centre Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Sabtu (13/6/2026). Foto: MMA/bangsaonline.

Sementara Gus Bara mengucapkan terima kasih kepada para wali santri yang telah mempercayakan putra-putrinya mondok di Amanatul Ummah. Ia juga minta maaf jika selama di Amanatul Ummah ada kekurangan dalam mendidik putra-putri mereka.

Gus Bara juga mendorong para santri MBI untuk terus belajar. “Tak boleh berhenti. Harus terus berproses. Karena ilmu dan pendidikan inilah yang akan mengantar ke gerbang kesuksesan dan cita-cita. Ullubul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi (Tuntulah ilmu sejak dari gendongan ibu sampai ke liang lahat), ” ujar alumnus Universitas Al Azhar Mesir itu.

Menurut Gus Bara, harta warisan yang paling berharga bukan harta, jabatan dan kedudukan. Tapi ilmu dan pendidikan.

“Kalau harta dan jabatan bisa habis karena bisa menjadi rebutan,” ujarnya.

Sedangkan ilmu, menurut Gus Bara, justru mengangkat derajat kita dan bahkan membedakan kita dengan orang lain yang tak berilmu.

Gus Bara juga berpesan agar para santri MBI yang telah lulus tetap menghormati para gurunya. “Hormati gurumu, jangan lupa jasa gurumu,” pesan putra tertua Kiai Asep itu.

Menurut Gus Bara, orang tua itu ada tiga. Pertama, orang tua yang melahirkan. Kedua, orang tua yang menikahkan kalian. Ketiga, orang tua yang mengajar kalian.

“Orang tua pertama dan kedua adalah orang tua mencukupimu tentang dunia. Sedangkan orang tua nomor tiga adalah orang tua yang mencukupimu dunia dan akhirat,” ujarnya.

Sementara proses wisuda dipimpin langsung oleh di atas panggung. Para santri yang telah lulus itu satu persatu naik ke atas panggung untuk menerima samir atau tanda kelulusan yang dikalungkan oleh .

PARA SANTRI MBI YANG DITERIMA DI KAMPUS LUAR NEGERI

Cukup banyak sekali santri yang diterima di . Bahkan salah satu santriwati yang lulus tahun 2026 ini diterima di 17 kampus berbagai negara. Namanya Zilvia Rizqotul Awwalin. Ia diterima di University of Hertfordshire Inggris, Avila University Amerika Serikat, Jiaxing University China, Özyeğin University Turki, Astarakhan Medical University Rusia, dan Murdoch University Dubai. 

Zilvia juga diterima di Yeditepe University Istanbul Turki, Bancesehir University (BAU) Turki, Curtin Unversity Australia, University of Southern Queensland Australia, Curtin University Malaysia, University of Wollongong Australia, Canberra University Australia, University of Waikato New Zealand, Roosevelt University Amerika Serikat, Bond University Australia, dan Istanbul Aydin University Turki.

Bukan hanya Zilvia Rizqotul Awwalin. Santriwati MBI Amanatul Ummah yang lain juga diterima berbagai . Ia bernama Intan Laila Ramadhan. Ia lolos tes di enam . Ia dierima di Curtin University Australia, Avila University Amerika Serikat, Kadir Has University Turki, Istanbul Atlas University Turki, Okan University Turki, dan Istanbul Medipol University Turki.

Siti Aisya Udagawa juga diterima di lima . Yaitu di Bond University Australia, University of Plymouth Inggris, University of Waikato New Zealand, Curtin University Malaysia, dan Griffith University Australia.

Begitu Sevilla Zahro Eidelweis. Ia diterima di lima kampus luar negeri. Sevilla diterima di Heriot-Watt University Scotlandia, Istinye University Turki, Istanbul Gelisim University Turki, Huzhou Normal University China, dan Curtin University Malaysia.

Para santri MBI yang telas lulus dalam acara Haflah Akhirussanah ke-18 MBI di Student Centre Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Sabtu (13/6/2026). Foto: MMA/bangsaonline

Sementara Shalsabila Raudhatul Aisy Dewi diterima di empat . Yaitu Monash University Australia, Adelaide University Australia, The University of Western Australia, dan Curtin University of Australia.

Begitu juga Aqila Qaisara Filda Hartono. Ia diterima di tiga kampus di luar negeri. Yaitu di Curtin University Singapore, University of Waikato New Zealand, dan Curtin University Malaysia.

Santri MBI lainnya yang juga diterima di adalah Rahma Isyfina. Ia diterima di dua . Yaitu di Shanxi University China dan Curtin University Malaysia.

Masih banyak santri MBI lainnya yang diterima di kampus luar negeri. Antara lain Nayla Zahiyah Al-Absor di University of Wollongong Australia, Nisrin Nasrullah di Brimingham University Uni Emirat Arab, Fatiha Sabila Suaida di Nanjing Tech University China dan Panji Satrio Yudho di The University of Western Australia Australia.

Data tersebut belum termasuk para santri yang diterima di kampus Timur Tengah seperti Mesir, Maroko, Tunisia, Yaman, dan Yordania.

"Kalau ke Al Azhar Mesir gak perlu tes," ujar Kiai Asep. Ratusan santri Amanatul Umah yang kuliah di Universitas Al Azhar Mesir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO