Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, membantah keterlibatannya dalam dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah namanya muncul dalam pesan berantai yang beredar melalui WhatsApp.
Sebelumnya, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, resmi mengajukan permohonan menjadi justice collaborator (JC) dalam perkara tersebut dan menyatakan siap mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat.
BACA JUGA:
- Isyarat Anggaran MBG Rp268 Triliun Bakal Susut Menguat Usai Rencana Pemerintah Hitung Ulang
- Kinerja DPRKP Perizinan Dapur MBG di Pamekasan Dinilai Lamban, DLH dan Dinkes Sampai Jemput Bola
- Dapur MBG 'Bengkak' Berpotensi Ditutup? Istana Siapkan Penataan Ulang
- Anggaran Belum Cair, 45 SPPG Jombang Stop Distribusi Makanan
Disebutkan, Sony telah menyampaikan lebih dari 20 nama kepada penyidik. Namun, identitas nama-nama tersebut belum dipublikasikan kepada publik.
Belakangan, beredar pesan berantai yang memuat daftar nama pihak yang diduga terkait dengan kasus korupsi tata kelola program MBG.
Salah satu nama yang tercantum dalam pesan tersebut adalah Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf. Menanggapi hal itu, Musyafak menegaskan informasi yang beredar tidak benar.
"Hoaks tidak benar, saya tidak pernah berurusan dengan MBG," kata Musyafak saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (9/6/2026).
Politikus PKB itu juga membantah pernah memiliki hubungan dengan BGN maupun terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait tata kelola program MBG.
"Saya nggak ada urusan sama sekali, itu hoaks," tegasnya.
Sementara itu, Sony menyatakan kesiapannya untuk mengungkap keterlibatan pihak lain yang diduga ikut bermain dalam program MBG melalui mekanisme justice collaborator.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





