Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono (tiga dari kiri) saat berkunjung di PT. Indogula Jayabaya. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
"MoU ini menjadi langkah penting untuk memperkuat keterhubungan petani, industri pengolahan, dan pasar dalam satu ekosistem usaha koperasi," jelas Jonathan.
Lebih lanjut, Jonathan mengungkapkan bahwa penguatan di sektor hulu (pasokan tebu dan gula) ini sangat krusial. Pasalnya, Kopmen Kana saat ini tengah melakukan ekspansi ke industri pengolahan pangan, salah satunya melalui proyek pembangunan pabrik kecap yang membutuhkan pasokan bahan baku pertanian secara berkelanjutan.
Harapan besar juga datang dari Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Henra Saragih. Ia berharap kerja sama dua koperasi di Kediri ini bisa ditiru oleh wilayah-wilayah lain di Indonesia.
“MoU ini diharapkan menjadi pemicu ekonomi kerakyatan sekaligus role model koperasi yang mampu menyejahterakan anggota dan masyarakat,” kata Henra.
Model rantai nilai (value chain) yang menyatukan petani, pabrik pengolahan, dan pasar dalam satu bendera koperasi ini dipastikan akan memberikan nilai tambah yang jauh lebih tinggi langsung kepada para petani tebu.
Turut hadir menyambut kunjungan Menkop dalam agenda ini adalah Sekda Kabupaten Kediri M. Solikin, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopismik) Kabupaten Kediri Santosa, serta jajaran Forkopimcam Kras. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




