Evaluasi GKSTTB atau Gerakan Keluarga Sehat Tangguh Tanggap Bencana di Gedung Gradhika, Kota Pasuruan.
Suryani menambahkan, sosialisasi tanggap bencana bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mitigasi, penanganan darurat, hingga penyelamatan diri.
"Keluarga adalah lini pertama dalam menghadapi situasi darurat. Karena itu, pemahaman tentang kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari rumah tangga agar masyarakat lebih siap, sigap, dan tidak panik ketika menghadapi bencana," katanya.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar bijak mengelola keuangan keluarga di tengah maraknya gaya hidup konsumtif dan pinjaman online.
"Kita harus bisa mengelola kebutuhan keluarga dengan baik dan tidak mudah terpengaruh hal-hal yang justru memberatkan ekonomi keluarga," ucapnya.
Seluruh program kesehatan dan ketahanan keluarga juga diharapkan dapat diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, kader kesehatan, dan masyarakat.
"TP PKK Kota, kecamatan, dan kelurahan siap untuk melaksanakan Program Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana," pungkasnya. (afa/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




