Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin tanam perdana program bongkar ratoon tebu. Foto: DEVI FITRI AFRIYANTI/ BANGSAONLINE
“Tahun ini ditargetkan swasembada gula konsumsi, dan secara bertahap kita harapkan bisa mencapai swasembada gula baik untuk konsumsi maupun industri,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, kunci keberhasilan program ini terletak pada solidnya kerja sama dari hulu ke hilir.
“Koordinasi terus kita perkuat agar percepatan program berjalan optimal, mulai dari tingkat provinsi hingga daerah,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Plt Dirjen Perkebunan Kementan, Ali Jamil, menjelaskan bahwa kick-off tanam perdana ini digelar secara hybrid, baik daring maupun luring di berbagai wilayah Jawa Timur. Ia memberikan apresiasi khusus untuk potensi besar yang dimiliki Kediri.
“Bersama para petani kita lakukan tanam perdana untuk bongkar ratoon. Kediri ini punya prestasi besar, mari kita dorong agar bisa mewujudkan swasembada gula,” kata Ali Jamil.
Ali Jamil memuji rapor hijau Jawa Timur yang konsisten menjadi lumbung pangan nasional, mulai dari komoditas beras, jagung, hingga tebu.
“Kinerja Jawa Timur ini sangat baik, produktivitas tinggi untuk komoditas seperti beras, gula, bahkan jagung. Dengan dukungan Ibu Gubernur dan Dirut SGN, kami optimistis program ini bisa sukses,” pungkasnya. (dev/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




