Jajaran Komisaris dan Direksi Solusi Bangun Indonesia dalam RUPS Tahunan yang memutuskan penggunaan 50% dari laba bersih tahun 2025 sebanyak Rp329,3 miliar sebagai dividen bagi pemegang saham.
TUBAN,BANGSAONLINE.com - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk membagikan dividen sebesar Rp329,3 miliar atau 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp658,7 miliar.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Jumat (22/5/2026).
BACA JUGA:
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
- Harga Sapi di Pasar Kerek Tuban Naik Rp1,5 Juta per Ekor Jelang Iduladha
Pembagian dividen itu menjadi bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham di tengah tantangan industri semen nasional.
Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas melalui disiplin operasional dan penguatan sinergi bersama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG.
“Tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan bagi industri semen. Namun melalui disiplin operasional, penguatan sinergi bersama SIG, serta transformasi komersial, Perseroan mampu menjaga profitabilitas dan memperkuat fundamental untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujar Rizki.
Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST juga menyetujui sejumlah agenda lain.
Agenda tersebut meliputi pengangkatan kembali Yasuhide Abe sebagai direktur hingga 2031, pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penunjukan Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan sebagai auditor laporan keuangan 2026, penetapan remunerasi direksi dan dewan komisaris, serta perubahan anggaran dasar perseroan.
Sepanjang 2025, industri semen domestik masih menghadapi tekanan akibat kelebihan kapasitas produksi, kenaikan biaya energi dan komoditas, serta persaingan pasar yang ketat.
Kondisi tersebut berdampak pada kinerja perseroan, terutama akibat kontraksi volume industri sebesar 4,5 persen dan penurunan konsumsi semen nasional sebesar 1,5 persen.
Meski demikian, Solusi Bangun Indonesia tetap mencatatkan laba bersih sebesar Rp658,7 miliar berkat strategi transformasi yang dijalankan bersama SIG sejak paruh kedua 2025.
Rizki menyebut transformasi tersebut menjadi titik balik di tengah tantangan industri semen nasional.
Ia juga menyoroti tren perbaikan kinerja yang mulai terlihat sejak kuartal IV 2025.
Perbaikan itu berlanjut pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan volume penjualan sebesar 9 persen, lebih tinggi dibanding pertumbuhan pasar yang mencapai 5 persen.
Pada periode tersebut, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2,56 triliun.
Sebanyak 56 persen dari total pendapatan itu berasal dari solusi berkelanjutan.
Laba bersih perseroan juga meningkat 111 persen menjadi Rp101,89 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut didukung efisiensi operasional, penguatan pemasaran dan penjualan, serta keterlibatan perseroan dalam sejumlah proyek infrastruktur.
“Kinerja awal tahun ini menjadi pijakan bagi Perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan efisiensi operasi dan pengendalian biaya, meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif untuk mengatasi fluktuasi energi, serta melanjutkan transformasi untuk melayani pelanggan dengan lebih baik,” pungkas Rizki Kresno Edhie Hambali.
Selain fokus pada pasar domestik, Solusi Bangun Indonesia juga memperluas pasar ekspor.
Perseroan telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur.
Fasilitas tersebut kini dipersiapkan untuk ekspor perdana ke pasar Amerika Serikat.
Dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun, fasilitas itu ditargetkan mampu meningkatkan utilisasi produksi sekaligus memperkuat daya saing perseroan di pasar internasional. (coi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




