Alfi Syahrin Nelphyana alias Khezcute.
BANGSAONLINE.com - Panggung MPL Indonesia Season 17 menjadi saksi periode kelam bagi sang raksasa, RRQ Hoshi. Musim ini mencatatkan tinta merah dalam sejarah tim setelah mereka menjadi kontestan pertama yang dipastikan gagal melangkah ke babak playoff. Prestasi yang merosot tajam ini bahkan sudah terlihat sejak pekan ketujuh babak regular season.
Hasil ini jauh lebih menyedihkan dibandingkan musim sebelumnya. Jika pada MPL ID S16 RRQ masih mampu bertengger di peringkat ketujuh meski tidak lolos, musim ini mereka terancam menutup kompetisi sebagai juru kunci di posisi kesembilan.
BACA JUGA:
Menyikapi keterpurukan ini, Alfi Syahrin Nelphyana alias Khezcute, selaku pelatih kepala, tetap memberikan suntikan moral bagi anak asuhnya. Berikut adalah tiga pesan penting yang ditekankan Khezcute agar para pemain tetap profesional hingga akhir musim:
1. Menjaga Profesionalitas di Sisa Pertandingan
Hanya mampu mengemas satu kemenangan dari 12 laga selama tujuh pekan adalah kenyataan pahit yang harus ditelan. Khezcute menyadari bahwa peluang mereka sudah tertutup, namun ia menolak untuk membiarkan tim menyerah begitu saja.
“Mungkin, ya, mau gak mau ya, season ini udah ditentukan lah kita tidak dapat playoff, maybe. Jadi, I mean, sisa week kita masih tetep ada, kan?” ujar Khezcute.
Ia mengingatkan bahwa status mereka sebagai pemain profesional menuntut performa maksimal hingga laga terakhir.
“Kalian masih muda, menurut gua masih pengen, jadi masih bisa gitu as a pro player. Jadi dengan sisa week yang ada, tetap harus jadi yang terbaik," tegasnya.
2. Bertarung demi Kejelasan Karir di Masa Depan
Bagi Khezcute, penampilan apik di sisa musim bukan sekadar soal poin klasemen, melainkan investasi bagi diri pemain itu sendiri. Bagus atau tidaknya performa mereka saat ini akan menjadi catatan untuk masa depan, baik di RRQ maupun di tim lain.
“Tampilkan yang terbaik, karena gak ada yang tahu masa depan kalian bakal kayak gimana dan di mana. Main untuk kalian, for your future gitu, lho,” tambahnya.
Khezcute juga menilai bahwa mengakhiri musim dengan performa positif sangat penting untuk menjaga kekuatan mental di musim depan. Menurutnya, ketika pemain mampu bermain bagus di tengah tekanan, mental mereka akan jauh lebih siap menghadapi kompetisi berikutnya.
3. Mengembalikan Kegembiraan dalam Bermain
Di tengah situasi tim yang sedang "berdarah-darah", Khezcute mencoba menurunkan beban mental pemain dengan mengajak mereka kembali menikmati permainan.
“Maybe juga kalian happy, itu yang paling penting. Jadi, ya, hari ini just enjoy the game dan have fun,” tuturnya.
Meski kegagalan melaju ke playoff sudah menjadi kepastian yang tidak bisa diubah, semangat untuk menuntaskan jadwal pertandingan dengan kepala tegak tetap menjadi prioritas. Penampilan yang solid di sisa musim diharapkan mampu menjadi obat penawar bagi mental pemain sekaligus penghiburan bagi para pendukung setia yang masih berdiri di belakang RRQ Hoshi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





