Kapolres Madiun saat konferensi pers ungkap kasus pencurian tembaga trafo. Foto: Hendro Suhartono/BANGSAONLINE
MADIUN,BANGSAONLINE.com - Satreskrim Polres Madiun menangkap seorang pria berinisial IVCI (43) yang diduga mencuri peralatan jaringan PLN di sejumlah wilayah Kabupaten Madiun.
Pelaku diamankan setelah polisi menerima laporan hilangnya sejumlah komponen jaringan PLN di Kecamatan Wungu, Dolopo, dan Dagangan. Penangkapan dilakukan kurang dari sepekan setelah laporan diterima.
BACA JUGA:
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Kabar Baik! Ada Promo PLN Diskon Tambah Daya hingga 50 Persen Sampai Juni, Caranya Gampang
- Jelang Iduladha, PLN ULP Pamekasan Perkuat Jaringan demi Cegah Gangguan Listrik
- PLN UP3 Madura Edukasi Motor Listrik ke Masyarakat
Hasil ungkap kasus tersebut disampaikan langsung Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara dalam konferensi pers di Gedung TS Polres Madiun, Jumat (8/5/2026).
"Kali ini kita berhasil mengamankan tersangka yang diduga telah melakukan tindak pidana Curat Plat tembaga dan ACCU di panel travo milik PLN," terang AKBP Kemas.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, rompi warna oranye, buff, mesin impact, kunci sok, kunci ring, serta uang tunai sebesar Rp469 ribu.

Kapolres menjelaskan, kasus tersebut bermula saat PLN ULP Dolopo menerima aduan pemadaman listrik di wilayah Kecamatan Wungu, Dolopo, dan Dagangan pada 1 hingga 6 Mei 2026. Namun setelah dilakukan pengecekan, tidak terdapat jadwal pemadaman listrik di wilayah tersebut.
Petugas PLN kemudian melakukan pemeriksaan ke lapangan dan menemukan panel dalam kondisi terbuka. Selain itu, tembaga penghubung dan baterai di dalam panel diketahui telah hilang.
Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian. Satreskrim Polres Madiun kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku pada 7 Mei 2026 di pinggir Jalan Raya Madiun-Surabaya, tepatnya di Desa Ngeleh, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
"Modus yang dilakukan tersangka adalah mendatangi panel PLN dengan menyamar sebagai petugas PLN dan seperti melakukan perbaikan agar masyarakat tidak curiga," pungkasnya.
AKBP Kemas juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap orang tak dikenal yang mengaku sebagai petugas suatu instansi. Ia meminta warga memastikan identitas maupun surat tugas petugas sebelum memberikan akses di lapangan. (dro/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




