"Untuk terduga pelaku yang diamankan masih belum ada. Mudah-mudahan dalam waktu cepat, ada hasil yang maksimal," pungkasnya.
Sebelumnya, sebuah video rombongan wisatawan asal Surabaya diserang ratusan kelompok suporter yang diduga aremania. Video tersebut sempat viral di media sosial. Selain melakukan penyerangan, para pelaku juga merusak kendaraan wisatawan.
Dalam video disebutkan lokasi penyerangan terjadi di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Peristiwa tersebut menimpa rombongan wisata asal Surabaya yang tengah menginap di sekitar lokasi.
Tampak kaca kendaraan plat L itu dipecah dan dicoret dengan berbagai kata-kata umpatan kepada sebutan suporter Persebaya. Akibat penyerangan itu sejumlah orang juga tampak mengalami luka-luka.
Padahal rombongan tersebut diketahui murni berlibur tanpa mengenakan embel-embel suporter klub. Namun para pelaku tampak melakukan sweeping dan diduga menjarah di campground dan cottage para wisatawan.
Setelah viral video tersebut, kemudian muncul video berdurasi selama 25 detik. Dalam video tersebut merekam diduga sebuah cottage tempat menginap para wisatawan. Dalam video tampak terdengar sayup-sayup orang bernyanyi.
Dalam keterangan video tersebut ditulis bahwa wisatawan disebut bernyanyi ujaran kebencian atau rasis kepada Arema FC dan aremania. Hal itu lah yang diduga jadi awal pemicu aremania murka dan menyerang rombongan wisatawan asal Surabaya. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




