Ramadhan Isa, Koordinator Nasional Poros Muda NU. Foto: Ist.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh unggahan video dari akun Amien Rais Official yang berisi opini negatif terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Meski konten tersebut telah di-takedown oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) karena dinilai mengandung hoaks dan ujaran kebencian, potongan videonya masih beredar luas.
BACA JUGA:
- Hadiri Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Dicurhati Petani: Butuh Irigasi hingga Alat Pascapanen
- Sokong Makan Bergizi Gratis, Presiden Prabowo Resmikan 10 Gudang Pangan dan 166 SPPG Polri
- Pimpin Panen Raya Jagung 1,23 Juta Ton Serentak di Tuban, Presiden Prabowo Coba Combine Harvester
- Presiden Prabowo Janjikan Bintang Mahaputera untuk Kapolri dan Panglima TNI, ini Alasannya
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Nasional Poros Muda NU (PMNU), Ramadhan Isa, angkat bicara. Ia menilai manuver Ketua Majelis Syura Partai Ummat tersebut membangkitkan ingatan pahit tentang perlakuan serupa yang pernah dialami oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Ramadhan Isa mengingatkan kembali bagaimana Presiden RI ke-4 tersebut dulunya dihantam dengan berbagai isu politik, hukum, hingga serangan personal yang masif. Namun, sejarah membuktikan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut tidak pernah terbukti kebenarannya.
"Kami jadi kembali teringat manuver yang pernah dilakukan Amien Rais cs untuk menjatuhkan Gus Dur. Apa yang pernah dilakukan itu kami maafkan, tapi tidak pernah kami lupakan," tegas Ramadhan Isa dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Pria yang akrab disapa Dhani ini menyayangkan langkah Amien Rais yang dianggapnya terlalu gegabah. Sebagai tokoh senior, Amien dinilai hanya memungut rumor mentah dari media sosial tanpa melakukan verifikasi atau tabayun.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




