Foto: NASA
BANGSAONLINE.com - NASA merilis sejumlah fenomena langit yang akan menghiasi Mei 2026, mulai dari hujan meteor, konjungsi Bulan dengan planet terang, hingga Bulan Purnama langka.
Fenomena paling dinantikan adalah hujan meteor Eta Aquarid yang mencapai puncak pada 5-6 Mei. Hujan meteor ini berasal dari sisa debu Halley’s Comet yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.
Dalam kondisi ideal, pengamatan dapat menghasilkan hingga 50 meteor per jam menjelang fajar dengan arah pandang ke timur.
Pada 18 Mei 2026, masyarakat dapat menyaksikan konjungsi Bulan dengan Venus sesaat setelah matahari terbenam di langit barat. Bulan sabit akan tampak berdekatan dengan Venus yang dikenal sebagai 'Bintang Senja', meski sebenarnya terpisah jutaan kilometer.
Fenomena langit akan ditutup dengan kemunculan Blue Moon pada 31 Mei. Peristiwa ini merujuk pada Bulan Purnama kedua dalam satu bulan kalender, yang tergolong jarang terjadi. Meski disebut 'biru', warna Bulan tidak benar-benar berubah.
Mei 2026 menjadi waktu tepat bagi masyarakat untuk mengamati langit, terutama dari lokasi minim polusi cahaya. (rom)






